Berita

ilustrasi/net

Suara PKB Melonjak karena NU Effect

KAMIS, 10 APRIL 2014 | 09:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Salah satu kejutan di Pemilu 2014 adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Berdasarkan hitung cepat, suara PKB melonjak menjadi 9 persen.

Karena lonjakan ini, ada yang percaya, Rhoma Irama menjadi faktor utama. Rhoma Irama berhasil menggaet dukungan rakyat, yang kemudian diistilahkan dengan Rhoma Effect.

Namun tidak demikian bagi Direktur Ekskutif Indo Barometer M. Qodari. Menurut Qodari, kenaikan suara PKB ini bukan karena Rhoma Irama, apalagi berdasarkan survei, elektabilitas si Raja Dangdut itu sangat kecil.


"Yang terjadi adalah NU Effect di mana suara NU kumpul kembali ke PKB," kata Qodari, sambil menekankan lagi bahwa NU merupakan ibu kandung dari PKB.

"Jumlah massa NU itu mencapai lebih 30 persen muslim seluruh Indonesia," ujarnya lagi beberapa saat lalu (Kamis, 9/4).

Dengan demikian, lanjut Qodari, kumpulnya suara NU ke PKB berkat orkestrasi Muhaimin yang mau mengalah dan membrri tempat besar pada sosok seperti Rhoma Irama dan Ahmad Dani dalam kampanye-kampanye, Rusdi Kirana (Lion Air) dengan sumber dayanya, serta Mahfud MD dan Jusuf Kalla dengan pemberitaannya.

"Dan pamungkas, tampilnya Said Aqil Siradj (Ketua PBNU) dalam iklan-iklan resmi PKB," terangnya.

Merujuk hasil analisa exit poll Kompas, faktor Nahdhiyin memang begitu dominan dalam  menaikkan elektabilitas PKB. Di exit poll Kompas tersebut juga menunjukkn 90 persen suara PKB berasal dari Nahdliyin. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya