Berita

PDIP Harus Hilangkan Hambatan Psikologis dan Bentuk Pemerintahan Koalisi

KAMIS, 10 APRIL 2014 | 07:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PDI Perjuangan disarankan untuk lebih fleksibel dan menggalang komunikasi dengan parpol-parpol lain dalam rangka membentuk pemerintahan yang kuat.

Toh, selama ini pimpinan PDIP selalu mengedepankan konsep pemerintahan gotong royong atau kerjasama seluruh kekuatan politik yang ada, serta menghindari penggunaan terminologi “koalisi” dan “oposisi”. Konsekuensi dari konsep tersebut adalah pengakuan terhadap kekuatan-kekuatan politik besar dan mendorong kerjasama untuk kepentingan bangsa dan negara.

Demikian disampaikan Jurubicara Diaspora Profesional Muda Indonesia (DPMI), Akuat Supriyanto, dalam keterangan yang dikirimnya dari Lisabon, Portugal, kepada redaksi (Rabu dinihari, 9/4).


“PDI Perjuangan harus mampu menyingkirkan hambatan-hambatan psikologis untuk membangun kerjasama dengan Partai Gerindra maupun Partai Demokrat, karena dua partai tersebut memiliki suara yang cukup signifikan dalam Pileg,” kata Kuat.

“PDI Perjuangan harus mengundang empat parpol pemenang Pemilu untuk duduk bersama, berembug tentang bagaimana seharusnya Indonesia ke depan. Indonesia sangat luas dengan masalah yang kompleks, sehingga tak mudah untuk diatur atau diselesaikan sendiri oleh satu partai saja,” lanjutnya.

DPMI menilai, empat parpol pemenang Pemilu memiliki platform perjuangan yang mirip sehingga memungkinkan terciptanya kerjasama. Kombinasi keempatnya juga menghasilkan kumulasi suara pemilih sekitar 55 persen dan jumlah anggota parlemen yang diperkirakan melampaui 50 persen.

Sebagai pemenang Pileg, PDI Perjuangan harus berinisiatif memimpin rembug dalam rangka menentukan Cawapres serta pembagian tugas di kabinet. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya