PDI Perjuangan disarankan untuk lebih fleksibel dan menggalang komunikasi dengan parpol-parpol lain dalam rangka membentuk pemerintahan yang kuat.
Toh, selama ini pimpinan PDIP selalu mengedepankan konsep pemerintahan gotong royong atau kerjasama seluruh kekuatan politik yang ada, serta menghindari penggunaan terminologi “koalisi†dan “oposisiâ€. Konsekuensi dari konsep tersebut adalah pengakuan terhadap kekuatan-kekuatan politik besar dan mendorong kerjasama untuk kepentingan bangsa dan negara.
Demikian disampaikan Jurubicara Diaspora Profesional Muda Indonesia (DPMI), Akuat Supriyanto, dalam keterangan yang dikirimnya dari Lisabon, Portugal, kepada redaksi (Rabu dinihari, 9/4).
“PDI Perjuangan harus mampu menyingkirkan hambatan-hambatan psikologis untuk membangun kerjasama dengan Partai Gerindra maupun Partai Demokrat, karena dua partai tersebut memiliki suara yang cukup signifikan dalam Pileg,†kata Kuat.
“PDI Perjuangan harus mengundang empat parpol pemenang Pemilu untuk duduk bersama, berembug tentang bagaimana seharusnya Indonesia ke depan. Indonesia sangat luas dengan masalah yang kompleks, sehingga tak mudah untuk diatur atau diselesaikan sendiri oleh satu partai saja,†lanjutnya.
DPMI menilai, empat parpol pemenang Pemilu memiliki platform perjuangan yang mirip sehingga memungkinkan terciptanya kerjasama. Kombinasi keempatnya juga menghasilkan kumulasi suara pemilih sekitar 55 persen dan jumlah anggota parlemen yang diperkirakan melampaui 50 persen.
Sebagai pemenang Pileg, PDI Perjuangan harus berinisiatif memimpin rembug dalam rangka menentukan Cawapres serta pembagian tugas di kabinet.
[dem]