Berita

Gita Wirjawan Lebih Pilih Fokus Menunggu Hasil Konvensi daripada Bermanuver Jadi Cawapres Jokowi

RABU, 09 APRIL 2014 | 20:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Walau termasuk yang disebut paling pantas mendampingi Joko Widodo, tetapi Gita Wirjawan masih lebih memilih fokus pada Konvensi Demokrat yang segera memasuki babak akhir.

Gita percaya, tokoh terbaik yang akhirnya akan menjadi pemenang Konvensi Demokrat.

“Saya sangat menghargai opini rakyat. Saya sangat menghormati kalau disukai banyak orang. Tapi saya juga sangat menghargai proses Konvensi,” ujar usai memberikan suara di TPS 005, Setiabudi, Jakarta Selatan (Rabu,8/4).


Dua lembaga riset politik, Indo Strategi dan Survei Nusantara Network, menilai Gita merupakan tokoh muda yang paling ideal untuk menjadi cawapres bagi Jokowi.

Indo Strategi menilai Gita adalah sosok paling potensial yang memenuhi kriteria yang ada, yakni muda, memiliki jaringan internasional yang luas serta memahami masalah kebangsaan. Jika Jokowi adalah solidarity maker, maka Gita adalah profesional yang layak mendamping Jokowi.

Sedangkan Survei Nusantara Network menilai Gita adalah tokoh terfavorit bersama Jusuf Kalla yang sering dibicarakan dalam diskusi di 15 kota besar, pemberitaan 10 media massa paling berpengaruh, serta jejaring sosial. Keduanya dinilai paling pas jadi cawapres, baik untuk Prabowo Subianto maupun Jokowi.

Dalam kesempatan tadi siang, Gita juga mengatakan tidak punya aktivitas khusus selama menunggu penentuan capres Demokrat bulan Mei nanti.

“Seperti biasa, saya akan ke daerah bertemu tokoh masyarakat untuk bertukar pikiran dan mengunjungi masyarakat langsung,” katanya.

Ia menyerahkan hasil Konvensi kepada publik. Gita yakin, siapapun yang menang nanti, pastilah calon terbaik dari Demokrat.

“Kita berdoa saja,” ujarnya lagi. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya