Berita

anas urbaningrum/rmol

Politik

Anas: Benar, Keanehan Dana Kampanye SBY-Boediono Baru Topeng Pertama

RABU, 09 APRIL 2014 | 12:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum kembali menegaskan bahwa dirinya memang menyerang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), bukan Partai Demokrat.

Serangan Anas terkait dengan laporan audit akuntan independen mengenai penerimaan dan pengeluaran dana kampanye pasangan calon presiden dan calon wakil presiden SBY dan Boediono pada Pilpres 2009.

"Tidak mungkin saya menyerang Demokrat. Saya pernah mjd pengurus dan bahkan Ketum. Apalagi skrg banyak sahabat saya mjd caleg DPR dan DPRD. Saya berdoa mereka sukses," kata Anas seperti dikicaukan tim admin twitternya, @anasurbaningrum.


Anas mengatakan dirinya hanya menyampaikan data mengenai pilpres 2009 dimana ada keanehan yang nyata dalam laporan audit penerimaan dan pengeluaran dana kampanye SBY-Boediono.

"Yg mengirimi saya data bilang ini baru topeng pertama Pak SBY. Setelah saya dalami ternyata benar. Jadi ini data ttg Pak SBY. Bukan data tentang Demokrat. Berbeda SBY dan Demokrat," kata Anas.

Anas yang kini mendekam di sel KPK mengatakan yang dilakukannya hanya bagian dari upaya mencari keadilan. Selain itu agar menjadi pintu bagi perbaikan pelaksanaan pilpres mendatang terutama tentang akuntabilitas dana kampanye calon.
 
"Agar hasilnya juga benar2 'halal'," imbuh Anas.

Anas berjanji akan menyerahkan data soal keanehan dana kampanye SBY-Boediono yang dipegangnya. Saat ini Anas sedang menyusun penjelasan mengenai data tersebut agar gampang dipahami sehingga tidak ada alasan dipetieskan penangananya.

"Tetapi sebaiknya saya dan kita semua berbaik sangka. Bahwa data tsb nanti akan diproses dg serius. Demi keadilan dan kebenaran, serta pembelajaran berdemokrasi yg jujur. Atau dalam bahasa Pak SBY, biar kelak ada yg benar2 clean and clear," demikian Anas.[dem]


 

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya