Berita

Pesan Jokowi Bertendensi Menghina Lembaga Negara dan Bikin Kecewa

RABU, 09 APRIL 2014 | 07:31 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Empat butir pesan calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi yang dirilisnya sehari sebelum hari H Pemilu 2014 (Selasa, 8/4) dinilai tendensius dan menghina lembaga negara.

Di dalam pesan yang ditulis tangan dan ditandatangani dengan tinta hitam itu, sang Gubernur DKI Jakarta mengatakan ada empat hal yang bisa membuat proses pemilu berlangsung adil dan jujur.

Pertama, pastikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) netral dan independen. Kedua, pastikan teknologi IT pemilu tidak dimanipulasi. Ketiga, pastikan Badan Intelijen maupun aparat keamanan dan pertahanan nasional netral dan tidak memihak. Serta keempat, pastikan tidak ada money politic dalam pemilu.


"Isu pesan Jokowi itu menghina dan tidak terpuji," ujar Direktur Eksekutif Indonesia Maritime Institute (IMI), Y. Paonganan, kepada redaksi, Rabu pagi (9/4).

"Saya sangat kecewa membaca isi surat Jokowi ini. Dia tidak punya kapasitas mencurigai lembaga negara, yakni TNI, Polri, BIN, dan KPU, untuk mencurangi dia dan partainya (PDIP)," katanya lagi.

Ongen, begitu Y. Paonganan biasa disapa, berharap lembaga-lembaga negara yang dihina Jokowi itu tidak menanggapi dengan serius isi surat itu.

"Tetaplah fokus menjaga pemilu berjalan baik dan aman," demikian Ongen. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

War Tiket Haji Untungkan Orang Kaya

Minggu, 12 April 2026 | 04:17

Paradoks Penegakan Hukum

Minggu, 12 April 2026 | 04:12

BPKH Pastikan Dana Haji Aman di Tengah Dinamika Global

Minggu, 12 April 2026 | 04:00

Kunjungi Rusia Jadi Sinyal RI Tak Mutlak Ikuti Garis Barat

Minggu, 12 April 2026 | 03:40

Anak Usaha BRI Respons Persaingan Bisnis Outsourching

Minggu, 12 April 2026 | 03:16

Ibadah Haji Bukan Nonton Konser!

Minggu, 12 April 2026 | 03:10

Lebaran Betawi Bukan Sekadar Seremoni Pasca-Idulfitri

Minggu, 12 April 2026 | 02:41

Wapres AS Tatap Muka Langsung dengan Delegasi Iran di Islamabad

Minggu, 12 April 2026 | 02:03

Petugas Terlibat Peredaran Narkoba di Rutan Bakal Dipecat

Minggu, 12 April 2026 | 02:00

Andre Rosiade: IKM akan Menjadi Mitra Konstruktif Pemda

Minggu, 12 April 2026 | 01:46

Selengkapnya