Bertepatan dengan pemilihan legislatif yang jatuh pada Rabu 9 April ini masyarakat diimbau agar tidak mendukung politisi yang bermasalah.
Menurut Ketua Setara Institute, Hendardi, pemilu adalah cara rakyat untuk menghukum secara politik aktor-aktor politik yang melakukan kejahatan di masa lalu tetapi tidak tersentuh oleh hukum hingga kini.
"Pemilu 2014 harus menjadi arena pengadilan politik bagi mereka. Satu cara sederhana untuk menumbuhkan harapan baru yakni dengan tidak memilih partai yang mengusung capres bermasalah, baik bermasalah dengan HAM, korupsi, juga intoleransi," katanya saat dihubungi tadi malam.
Hendardi berharap agar masyarakat tidak memberi kesempatan partai-partai yang dikendalikan tokoh-tokoh bermasalah menembus presidential threshold dengan memperoleh 20 persen suara nasional atau 25 persen kursi di parlemen.
"Ini adalah cara untuk membendung orang-orang bermasalah memimpin negara. Satu cara sederhana dengan tidak memilih partai yang bermasalah," jelasnya.
Dia menambahkan, hak asasi manusia (HAM) adalah nafas bernegara yang elemennya sejajar dengan cita-cita pencapaian kesejahteraan. HAM juga penggenap kesempurnaan konsepsi demokrasi konstitusional Indonesia.
"Sudah seharusnya aspek HAM menjadi salah satu pertimbangan rakyat dalam memilih partai politik pada pemilu," demikian Hendardi.
[dem]