Berita

Meutia Hatta Minta Jimly Tegur Denny JA

SELASA, 08 APRIL 2014 | 23:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) betul-betul tidak terima dengan pendiri Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Network, Denny JA yang mempublikasi prediksinya sehari jelang pencoblosan.

Dalam prediksi Denny JA yang diiklankan di Harian Rakyat Merdeka hari ini (Selasa, 8/4), PKPI dan Partai Bulan Bintang (PBB) disebut tidak lolos karena perolehan suaranya di bawah 3,5 persen.

PKPI pun protes. Jimly Asshiddiqie, sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu (DKPP), diminta untuk menegur Denny JA. Permintaan itu disampaikan lewat pesan singkat.


Berikut pesan singkat pengurus PKPI, Meutia Hatta, kepada Jimly, yang juga diteruskan Ketum PKPI Sutiyoso kepada Rakyat Merdeka Online malam ini.

Pak Jimly Yth, ini saya Meutia Hatta. Di Rakyat Merdeka hari ini 8/4/2014, tentang prediksi LSI soal Pemilu Legislatif 9 April 2014 Denny JA mengatakan bahwa PKPI takkan lolos parliamentary threshold. Ini telah sangat menyakitkan kader-kader kami yang di kampung-kampung, yang miskin tapi bersemangat tinggi, nasionalis.  Mereka selama berbulan-bulan sudah susah-payah tanpa dana cukup, atau telah habis-habisan, jalan tiap hari door-to-door membela PKPI agar lolos threshold.

Tahu-tahu Denny JA memuaskan dan membanggakan dirinya sendiri termasuk sekalian berpose dengan fotonya, menghina partai pejuang tapi kecil, yang mati-matian mempertahankan dirinya. Tidak etis. Ibarat serangan fajar terhadap partai kecil. Dalam format LSI, ini seperti black campaign.

Ini perlu teguran Pak Jimly sebagai Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggaraan Pemilu. Dia tidak ada hati nurani terhadap rakyat kecil, dia hanya melihat tokoh-tokoh partai besar yang berduit melimpah, yang bisa menang mudah, tidak seperti kebanyakan kader PKPI, termasuk pengurusnya, yang berjuang mati-matian dengan kocek sendiri untuk sekedar bisa masuk threshold. Terimakasih atas perhatian Pak Jimly. Wasslm ww, Meutia. Cc: Ketum PKPI.
[zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya