Berita

hatta rajasa/net

Kasus Freeport Bisa Lempar Hatta Rajasa dari Bursa Capres dan Cawapres

SELASA, 08 APRIL 2014 | 16:08 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Jalan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Hatta Rajasa, untuk menuju Pilpres dipastikan menuai batu sandungan. Adalah kasus Freeport yang bakal menjadi batu sandungan Menko Perekonomian itu.

Di tengah rakyat Indonesia yang mau memilih calon legislatif pada Rabu besok (9/4), diam-diam pemerintah memberi sinyal untuk memperpanjang kontrak karya PT Freeport Indonesia, dan juga PT Vale Indonesia. Lebih ironis lagi, pemerintah seakan-akan manut saja dengan proposal yang diajukan dua perusahaan ini, yang mau memperpanjang dua kali 10 tahun, atau 20 tahun.

Dengan rencana ini, maka kontrak karya PT Freeport baru berakhir pada tahun 2041, sementara PT Vale diperpanjang hingga tahun 2045.


Tentu saja, sikap pemerintah ini dinilai aneh. Sebab langkah ini dinilai bertentangan dengan UU 4/2009 tentang Mineral dan Batubara (minerba). Dalam UU itu disebutkan bahwa kontrak karya setiap perusahaan yang habis masa kontraknya tidak akan diperpanjang.

Hatta Rajasa boleh saja mengatakan belum mengetahui informasi yang sudah beredar luas, dan bahkan sudah dikonfirmasi oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sukhyar, sebagaimana dilansir Kontan itu. Namun faktanya, Hatta tidak bisa berdalih dan menghindar.

Bagaimanapun, posisi Hatta sebagai Menko harus bertanggungjawab atas semua hal ini. Dan dengan langkah pemerintah seperi ini, tidak mustahil publik akan menilai Hatta sebagai bagian dari pihak yang membuka lebar-lebar perpanjangan Kontrak Karya untuk untuk Freeport.

Di sisi yang lain, sikap pemerintah ini akan menjadi catatan bagi kelompok PDI Perjuangan dan Jokowi, yang diprediksi akan memenangkan Pemilu. Ini akan menjadi catatan, dan mimpi orang-orang dekat Hatta untuk mengawinkan dengan Jokowi menjadi mustahil. Apalagi, dari sisi Jokowi, dengan kasus ini, akan menjadi alasan kuat untuk menyingkirkan nama Hatta dari bursa cawapres di tengah isu penjualan aset asing. Sebab bila menggandeng Hatta, asumsi Jokowi dikendalikan asing semakin kuat.

Maka dengan kasus ini, Hatta Rajasa siap-siap berjalan di atas batu terjal Pilpres, yang tidak mustahil akan menggelincirkannya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya