Berita

megawati/net

Mustahil Megawati Kawinkan Jokowi dengan Elit Golkar atau Jusuf Kalla!

SELASA, 08 APRIL 2014 | 15:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di tangan Megawati Soekarnoputri, PDI Perjuangan sudah belajar dan bersikap menjadi partai oposisi yang baik selama sepuluh tahun terakhir ini. Dengan sikap ini, sistem demokrasi di Indonesia terjaga dari otoritariansime baru karena ada proses check and balances.

Banyak yang memprediksi, di pemilu tahun ini, PDI Perjuangan akan menjadi juara. Diperkirakan pula, Jokowi, yang merupakan capres PDI Perjuangan, akan memenangkan Pilpres dan akhirnya menjadi Presiden mendatang.

Bila ini memang terjadi, maka PDI Perjuangan akan menjadi partai pemerintah. Di titik inilah, disebutkan, berdasarkan informasi dari dalam, PDI Perjuangan pun akan mengajari Partai Golkar menjadi oposisi yang baik. Caranya, dengan tidak melibatkan elit Golkar manapun untuk terlibat dalam pemerintahan.


Itu sisi ideologisnya. Sisi teknisnya, sejatinya Megawati Soekarnoputri tidak percaya dengan elit-elit Golkar yang terlalu banyak bermanuver. Sudah jadi rahasia umum, manuver Golkar selalu didasari oleh kepentingan politik semata, dan kapan saja bisa berbalik arah seiring dengan angin politik yang berhembus.

Karena itu, tertutup kemungkinan, untuk tidak mengatakan mustahil, Megawati akan mencarikan pendamping Jokowi dari elit Golkar. Faktanya, semua elit Golkar sama saja; cenderung pragmatis. Tak terkecuali Jusuf Kalla sekalipun, yang belakangan namanya sering disebut.

Jusuf Kalla sulit menjadi pendamping Jokowi karena beragam alasan. Diantarannya masalah usia. Usia JK, begitu Jusuf Kalla disapa, selevel dengan Megawati, yang Megawati sendiri sudah rela dan ikhlas tidak lagi duduk di pemerintahan.

Alasan lain, JK sudah berpengalaman di pemerintahan. Alasan ini seakan-akan menjadi modal orang-orang dekat JK untuk mengawinkan dengan Jokowi. Padahal dari sisi orang-orang Jokowi, ini justru kelemahan JK. Sebab JK bisa dinilai akan menelikung Jokowi, dan akan terus membayangi-bayangi Jokowi. Dengan sikap JK yang suka nyelonong dan sok tahu, bisa jadi JK akan menyendera Jokowi.

Bahkan alasan yang juga tak kalah penting. Sudah jadi rahasia umum pula di kalangan politisi, JK selalu mementingkan lingkaran bisnisnya, dan juga lingkaran kelompoknya, untuk menguasai berbagai proyek. Maka hampir bisa dipastikan, bila ini terjadi, kaki dan tangan Jokowi akan terikat sementara JK bebas melenggang. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya