Berita

ilustrasi/net

Pemilu di Aceh Bisa Ditunda Bila Memang Tidak Aman

SENIN, 07 APRIL 2014 | 07:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila memang situasi Aceh disimpulkan sedang mengalami gangguan keamanan, maka merujuk ketentuan Pasal 230 UU Pemilu, tahapan pemungutan dan penghitungan suara dapat ditunda pelaksanaannya. Terhadap penundaan itu dapat dilakukan Pemilu lanjutan.

"Pemilu lanjutan menurut UU Pemilu adalah Pemilu untuk melanjutkan sebagian tahapan yang mengalami penundaan, salah satunya akibat munculnya gangguan keamanan," kata Direktur Eksekutif Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi (Sigma), Said Salahuddin, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 7/4).

Namun bila memang harus ditunda, Said melanjutkan, harus ada penjelasan apakah penundaan dilakukan untuk seluruh Provinsi Aceh ataukah hanya untuk sebagian kabupaten/kota saja. Dan ini bergantung kepada penilaian dari pihak keamanan.


"Kalau yang mengalami gangguan keamanan hanya sebagian Kabupaten/Kota saja, maka penundaan tidak perlu dilakukan diseluruh daerah di Aceh. Cukup di daerah yang mengalami gangguan keamanan saja," ungkap Said.

Said menambahkan, dalam hal pembahasan bersama oleh penyelenggara pemilu, partai politik, calon DPD, pemerintah Aceh, dan pemerintah pusat menyepakati untuk tidak dilakukan penundaan, maka harus benar-benar ada jaminan kepada pemilih di Aceh untuk dapat menggunakan hak suaranya di TPS tanpa dihantui rasa takut. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya