Berita

foto:rmol

Hukum

Busyro: PDIP Mesti Jelaskan ke Publik Motif Pasang Bendera di Depan KPK

JUMAT, 04 APRIL 2014 | 20:37 WIB | LAPORAN:

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Busyro Muqoddas mengecam keberadaan lima bendera PDIP yang berkibar tepat di depan kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan.

Dia kaget karena bendera tersebut berada di area steril dari unsur politik apapun.

"Yang jelas, kami atas nama KPK tidak menghendaki sekitar gedung KPK oleh parpol tertentu atau caleg tertentu kemudian dimanfaatkan dengan berbagai macam cara yang mereka tempuh yang tujuannya untuk menunjukan mereka komit dengan KPK," tegas Busyro di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (4/4).


Busyro mengaku tak tahu maksud di balik pemasangan bendera partai besutan Megawati Soekarnoputri itu. PDIP harus menjelaskan kepada publik motif dan tujuan pemasangan bendera berlogo banteng moncong putih. Tak jauh dari lokasi bendera PDIP, di jembatan penyeberangan terdapat spanduk foto Joko Widodo (Jokowi) berdampingan dengan Megawati.

"Motifnya itu perlu dijelaskan pada publik," tekan dia.

Bekas Ketua Komisi Yudisial (KY) ini berpendapat, seyognyanya jelang Pileg dan Pilpres 2014 tidak boleh dimanfaatkan dengan cara-cara seperti itu. Apalagi sampai detik ini, tak satu pun dari sembilan parpol yang ada di DPR mendukung penarikan revisi KUHP dan KUHAP.

"Jadi kalau itu tidak dilakukan, (kemudian) cuma pasang bendera itu, orang menertawakan partai itu sendiri," sindir Busyro.[wid]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya