Berita

maria elizabeth liman dan elda deviane adhiningrat/net

Hukum

Elda Otak Pengajuan Penambahan Kuota Daging Indoguna Utama

JUMAT, 04 APRIL 2014 | 00:34 WIB | LAPORAN:

RMOL. Sidang lanjutan kasus dugaan suap pengurusan kuota impor daging sapi di Kementerian Pertanian (Kementan) yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (3/4) mengungkap bahwa Elda Devianne Adhiningrat merupakan otak dibalik pengajuan penambahan kuota yang dilakukan oleh PT Indoguna Utama (IU).

Hal itu terungkap dari kesaksian Kasubdit Sarana 3 Direktorat Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan), Erwin Sueb di sidang terdakwa Maria Elizabeth Liman.

Awalnya, Sueb ‎ditanya oleh Terdakwa Maria Elizabeth Liman yang merupakan bos Indoguna Utama (IU). Dia bertanya kepada Sueb soal seluk perusahaannya dalam mengikuti tender di Kementan.


"Apakah PT Indoguna adalah importir yang sudah lama mengajukan permohan baik yang berlaku dengan kuota maupun tidak dengan kuota?," tanya Maria.

"Ya itu sudah lama," jawab Erwin di hadapan majelis hakim yang diketuai Purwono Edi Santosa.

Pertanyaan Maria itu sekaligus menguatkan alasan dua kali penolakan permohonan impor yang diajukan PT Indoguna atas inisiatif Elda Devianne Adiningrat.

"Memang ada pengajuan dari empat perusahaan, salah satunya PT Indoguna. Tapi ditolak karena memang tidak ada surat dari Dirjen soal penambahan kuota," tambah Erwin.

Erwin yang mengurusi soal pelayanan dan perizinan itu menjelaskan bahwa pengajuan yang masuk ke mejanya atas nama Elda dan Juard dari PT Indoguna, padahal Elda tidak ada jabatan di perusahaan tersebut.

Dalam kesaksian sebelumnya, Elda selaku mantan Ketua Umum Asosiasi Perbenihan Indonesia mengaku menghubungi PT Indoguna soal informasi penambahan kuota impor daging sapi. Selain itu, Elda juga membenarkan bahwa dirinya dan Fathanah yang berinisiatif mempertemukan Mentan Suswono dengan Maria. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya