Berita

basuki t purnama/rmol

Olahraga

Pengusaha Setuju Ide Baru Ahok Atasi Sampah Ibukota

KAMIS, 03 APRIL 2014 | 12:18 WIB | LAPORAN:

Manajemen pengelolaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantar Gebang mendapat sorotan tajam dari Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama alias Ahok.

Ahok menilai sistem perjanjian selama 20 tahun lamanya ini dengan pengusaha angkutan sampah cenderung merugikan Pemprov DKI. Karenanya perlu segera diperbaharui.  

"Kita harus bayar Rp 200 miliar setiap tahun. Lebih gila lagi Bantar Gebang, itu urusan lain lagi itu, mesti cari celah hukumnya itu. Saya juga pusing dengan Bantar Gebang, Bantar Gebang itu mirip-mirip Palyja gitu loh," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (3/4).


Sebagai solusi, Ahok berencana mengadakan lelang atau beauty contest pengelolaan pembuangan sampah dari Jakarta menuju Bantar Gebang.

"Secepatnya, minggu depan akan ada penawaran dulu. Saya mesti cari LKPP dulu kecuali perang dinas macem-macem. Kalau iya-iya tapi kayak gini terus saya ganti," ancamnya.

Sementara itu, Direktur PT Samhana Indah, Jack Monang Napitupulu menuding Dinas Kebersihan DKI yang selama ini memberi laporan palsu ke 25 pengusaha pengangkut sampah. Bahkan, Dinas Kebersihan juga yang melapor bahwa tidak ada truk yang tersedia untuk mengangkut sampah-sampah ke Bantar Gebang.

"Mereka (Dinas Kebersihan) bilang mobil kita enggak ada. Begitu kita kasih ke Pak Wagub kemarin. Nah mobil kamu ada sekian, semuanya ada platnya, supirnya, KTPnya, SIMnya ada semua lengkap," beber Monang.

Parahnya lagi, kata dia, pihak Dinas Kebersihan mengklaim mendapat perintah dari wagub DKI untuk mengusir mereka. Hal ini yang mendorong para pengusaha datang melapor ke Balaikota.

"Tahu-tahu dia (Dinas Kebersihan) bilang nggak ada mobil, nah justru mobil kita ada tapi diusir, katanya malah perintah pak Ahok.  Makanya saya laporkan," kata Monang lagi.

Monang pun setuju dengan ide lelang pengelolaan sampah-sampah ibukota yang digagas Ahok. Malahan menurut dia, perlu juga dikenakan syarat penalti bagi perusahaan yang diketahui tidak membersihkan sesuai standar dijatuhi sanksi baik itu teguran ataupun denda.

"Ya nanti dengan cacatan harus ada penalti harus ada resikonya, kalau tidak bersih berapa nanti dipotong? kalau selama ini kan yang penting ngangkut, tanda tangan udah. Nah nanti kalau nggak bersih ada puntung rokok itu jadi tanggung jawab kami," terangnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya