Berita

din syamsuddin

Din Syamsuddin Tidak Mungkin Jadi Capres/Cawapres

RABU, 02 APRIL 2014 | 17:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pernyataan Sekjend DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fahman Habibi bahwa warga Muhammadiyah akan mengikhlaskan Din Syamsuddin andai dipinang untuk menjadi calon presiden atau calon wakil presiden dinilai sangat dangkal dan jauh dari semangat bermuhammadiyah.

Pasalnya, Muktamar ke-46 Muhammadiyah di Yogyakarta secara tegas memutuskan untuk tidak mengajukan capres atau cawapres pada pemilu 2014. Karena itu, pernyataan Fahman tersebut mencederai keputusan Muktamar 1 abad tersebut. (Baca: Warga Muhammadiyah Ikhlas Kalau Din Syamsuddin Digaet Menjadi Cawapres)

"Ada dugaan, Fahman memiliki agenda titipan dari pihak eksternal dengan maksud mengganggu konsentrasi Muhammadiyah dalam melayani umat," jelas Ketua PP IPM periode 2008-2010, Virgo S Gohardi, dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online (Rabu, 2/4).


Virgo mengingatkan, pertemuan nasional Muhammadiyah di Yogyakarta kemarin yang melibatkan seluruh unsur pimpinan Muhammadiyah se-Indonesia juga menyepakati bahwa Muhammadiyah tidak akan mengajukan ataupun mendukung capres atau cawapres pada Pilres 2014 ini.

"Fahman kan ada situ? Kok, malah menyatakan merelakan Din Syamsuddin untuk dipinang? Bukankah kalau dipinang orang, otomatis Muhammadiyah tidak bisa bersikap netral?" ungkap Virgo mempertanyakan.

Virgo justru menilai bahwa Din Syamsuddin lebih dibutuhkan Muhammadiyah untuk menuntaskan tugas-tugas mulia yang telah diamanatkan. Apalagi, saat ini Din Syamsuddin juga menerima amanah baru sebagai Ketua Umum MUI pusat. Kedua tugas ini sedikit banyaknya akan terganggu jika Din Syamsuddin turut dalam kontestasi kepemimpinan nasional pada pemilu yang akan datang.

Selain itu, Virgo menilai belum ada satu parpol tertentu yang betul-betul serius untuk memingan Din Syamsuddin. Kehadiran tokoh-tokoh partai politik di kantor Muhammadiyah menemui Din Syamsuddin hanyalah sekedar silaturrahim biasa. Setidaknya, partai-partai itu berharap mendapat dukungan dari warga Muhammadiyah pada pemilu legislatif yang akan segera digelar.

"Ketua-ketua partai politik saja saat ini belum tentu bisa maju sebagai capres atau cawapres. Begitu juga dengan peserta konvensi yang belakangan marak dilaksanakan. Karena itu tidak rasional jika ada partai yang memberikan kenderaan gratis kepada Din Syamsuddin," tekan Virgo.

Karena itu, lanjut Virgo, seluruh elemen persyarikatan Muhammadiyah diharapkan tidak ikut-ikutan menjual nama Ketua Umum PP Muhammadiyah tersebut dalam Pemilu kali ini. Virgo yakin bahwa keikhlasan Din Syamsuddin dalam memimpin persyarikatan Muhammadiyah terbukti telah membawa nama baik Muhammadiyah di tingkat nasional maupun internasional.

"Memperbaiki bangsa ini tidak mesti harus melalui jalur politik kekuasaan, tetapi bisa juga dilakukan melalui politik keumatan dan kebangsaan. Hal seperti ini sudah seringkali dinyatakan oleh Din Syamsuddin dalam berbagai kesempatan," tandasnya. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya