Berita

muhammad as hikam/net

Politik

AS Hikam: Jokowi Tidak Perlu Tanggapi Kontroversi yang Tidak Strategis

SELASA, 01 APRIL 2014 | 11:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Joko Widodo harus memberikan pemahaman kepada masyarakat alasan dirinya meninggalkan amanah rakyat di DKI Jakarta untuk ikut ke level nasional (capres).

Dalam percakapan dengan Rakyat Merdeka Online, Jumat lalu (28/3), pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, mengatakan hal tersebut perlu dilakukan agar masyarakat merasa dilibatkan dan diberi pemahaman mengenai alasan pencapresan Jokowi.

"Kalau perlu gelar konferensi pers untuk menjelaskan alasan mengapa harus usung Jokowi," tandasnya.


Namun, pandangan Siti Zuhro itu dipertanyakan oleh pakar politik, Muhammad AS Hikam. Akademisi yang juga mantan Menteri Negara Riset dan Teknologi itu menegaskan, penjelasan langsung ke rakyat soal pencapresan Jokowi belum tentu mengakhiri kontroversi soal pencapresannya itu.

"Terus terang saya ragu. Bukan saja ragu, tetapi saya kira ini justru hanya lanjutan dari sebuah upaya memperpanjang masalah," tegasnya, lewat akun facebook pribadinya.

Mengapa? Alasan dia pertama, Jokowi sudah bolak-balik menjelaskan alasannya memutuskan untuk "nyapres". Kedua, masalah kontroversi dalam keputusan politik tidak akan berakhir, bahkan seandainya Jokowi menang pun akan terus dicoba digulirkan, dipertahankan, dan dimunculkan dalam rangka menciptakan opini tertentu oleh pihak yang berseberangan.

"Ketiga, tidak ada urgensi bagi pihak Jokowi menganggap kontroversi ini sebagai masalah strategis. Justru kalau Beliau dan PDIP tidak secara proporsional melayani hal ini, akan bisa kebablasan dan terjebak dalam kemelut wacana itu," terang doktor ilmu politik yang rajin membagi pandangan lewat media sosial itu.

Soal perbedaan anggapan terhadap pencapresan Jokowi, baik positif maupun negatif, bagi dia adalah semata reaksi dan resiko sebuah keputusan. Menurut Hikam, malah "aneh" kalau semua publik setuju dan tidak ada yang menolak. Hanya saja, apakah penolakan itu cukup rasional atau cuma histeria massa yang "digoreng" oleh para politisi dan media serta dijustifikasi oleh para pengamat.

"Bagi saya, keputusan Jokowi itu sudah final. Soal menerima dan menolak itu merupakan konsekuensi keputusan politik saja. Tinggal bagaimana Jokowi, PDIP, dan pendukungnya mewujudkannya serta membuktikannya jika memang berhasil menjadi RI-1," ucapnya. [ald]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya