Berita

Kalangan Santri Siap Dipimpin Jokowi, Asal Dipilih Secara Benar

SABTU, 29 MARET 2014 | 16:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Umat Islam menghendaki dipimpin oleh pemimpin yang memiliki kriteria lengkap seperti shidiq, amanah, tabligh, dan fatonah. Dalam konsteks Indonesia, pemimpin itu harus mau bekerja, sederhana, dan tidak KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme).

Demikian demikian disampaikan ketua Ikatan Santri Indonesia Sulaiman Al-Muhktar terkait pencapresan Joko Widodo. Menurutnya, kalangan Santri menyambut baik Jokowi sebagai capres, asal dipilih rakyat secara benar dan melalui cara yang benar.

Apalagi, Jokowi masuk dalam kategori satu kata dan perbuatan."Orangnya humble, sederhana, bersahaja dan terasa sekali pro rakyat,” jelas Sulaiman, (Sabtu, 29/3).


Sementara itu, Ketua Ikatan Santri Banten, Hanif, menilai terlalu mengada-ngada kalau disebutkan penolakan Jokowi ditolak umat Islam. "Jokowi kan juga muslim, memang kenapa kalau dia jadi presiden," tegasnya.

Menurutnya tidak masalah jika memang rakyat menghendaki dipimpin Jokowi. Pasalnya, Indonesia menjunjung demokrasi, dimana rakyat berdaulat. "Rakyat bisa pilih siapa saja yang dikehendakinya. Jika pada akhirnya Jokowi yang dipilih rakyat, kita harus terima lapang dada," ujarnya.

Hanif memahami bahwa sosok seperti Jokowi mungkin saja menjadi antitesa dari sosok sebelumnya. Dimana seolah segala simbol kemegahan, ketinggian pangkat dan gelar tidak menjadi jaminan kemajuan. "Pada akhirnya, politik pencitraan ala manusia sempurna akan berakhir dan diganti dengan politik apa adanya. Politik biasa saja, politik sederhana," tandasnya.[zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya