Berita

Irman Gusman: Indonesia Masih Terjajah

RABU, 26 MARET 2014 | 22:19 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Indonesia sudah merdeka secara politik hampir 70 tahun. Sejumlah bidang juga telah mengalami kemajuan pesat. Namun secara ekonomi, masih jauh dari merdeka. Bahkan, Indonesia masih masuk kategori negara terjajah.

Demikian disampaikan Ketua DPD Irman Gusman saat menyampaikan kuliah umum "Kepemimpinan Menuju Negara Adidaya" di hadapan 500-an mahasiswa Universitas Jambi di Kampus Pinang Masak, Muaro Jambi, kemarin. Dalam kesempatan itu, dia didampingi dua anggota DPD asal Jambi; M. Syukur dan Hasbi Ansory, serta Sekjen DPD RI Sudarsono Hardjosoekanto.

Dalam keterangannya, Irman mengungkapkan itu karena menilai ciri-ciri negara terjajah persis dengan apa yang dialami Indonesia saat ini.


Ciri-ciri negara terjajah itu, pertama, negeri dijadikan sumber bahan baku murah oleh negara-negara industri dan kapitalis. Kedua, dijadikan sebagai pasar untuk menjual produk-produk hasil industri negara penjajah. Ketiga, negeri jajahan dijadikan tempat mencari rente dengan memutarkan kelebihan kapital mereka. "Negara kita adalah konsumen handphone terbesar ketiga dan salah satu pasar mobil dan sepeda motor terbesar di dunia," kata Irman.

Selain itu, sebut Irman, lebih 50 persen perbankan dikuasai oleh pemodal asing. Karena Indonesia masih dianggap sebagai tujuan investasi uang terbaik di dunia dengan suku bunga yang jauh lebih tinggi dibanding negara-negara maju seperti Amerika, Jepang, Eropa, Singapura, bahkan di atas Malaysia dan Thailand.

Namun begitu, Irman tetap berupaya memotivasi mahasiswa untuk tetap semangat mencari ilmu, dan bersaing dengan mahasiswa negara-negara lain. Sebab, untuk mencapai negara adidaya hanya dapat dikuasai oleh sumberdaya manusia yang berilmu, cerdas dan berkarakter.

Irman mengingatkan setiap mahasiswa memiliki mimpi sama, yaitu membuat Indonesia maju. Pasalnya, ia pun mengaku untuk sampai menjadi Ketua DPD RI perlu proses yang panjang.

"Siapapun itu, anak petani, anak kampung, adik-adik harus memiliki mimpi, mudah-mudahan Indonesia bisa. Kita punya Sumber Daya Alam, luar biasa dan kita masuk nomor ke lima di Asia bahkan di Asia Tenggara, Indonesia yang terbaik. Dengan pertumbuhan ekonomi terbaik, adik-adik bisa manfaatkan ini," kata dia.

Selain itu, jelang Pemilihan Legislatif 9 April mendatang, Irman mengajak para mahasiswa tidak Golput serta menjadi pemilih yang cerdas dan ikut mengawasi jalannya pemilu itu sendiri.  "Ini penting sebagai mahasiswa agent of change (perubahan) harus lihat pengalamannya, prestasinya. Sehingga adik-adik bisa tahu visi misi yang nantinya, adik pilih siapa wakil rakyatnya," tegasnya. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya