Berita

hery sucipto

Tiga Hal Penghambat Pengembangan Wisata Syariah

RABU, 26 MARET 2014 | 21:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebagai negara kepulauan yang kaya akan khazanah alam, kulier dan budaya, Indonesia berpotensi menjadi pemimpin di dunia pariwisata.

Menurut Direktur Wisata Syariah Consulting, Hery Sucipto, potensi yang besar itu belum tergarap dengan maksimal. Termasuk potensi wisata syariah.

"Sejak tiga tahun terakhir pemerintah mengembangkan potensi wisata syariah. Meski terlambat, hal ini perlu didukung," kata Hery (Rabu, 26/3).


Diakui dia, ada beberapa hambatan dalam mengembangkan wisata syariah. Pertama, lemahnya sosialisasi di kalangan masyarakat. Banyak masyarakat yang tidak tahu soal ini. Masyarakat menganggap wisata syariah ziarah kubur dan masjid bersejarah.

"Yang kedua, belum adanya regulasi yang mengatur pengembangan wisata syariah, sehingga berbagai pihak, terutama pemerintah sendiri dan MUI sebagai mitra, serta masyarakat, masih gamang yang mengakibatkan pengembangan tidak maksimal," ujar fungsionari PP DMI itu.

Dan terakhir, lanjut dia, adalah tidak adanya dukungan menyeluruh, baik antar instansi pemerintah di pusat maupun dengan pemerintah daerah. Kata dia, belum adanya kerjasama yang strategis.

Namun demikian, Hery tetap optimistis pengembangan wisata syariah Indonesia perlahan akan maksimal. Hal itu antara lain ditunjukkan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap produk halal.

Kader Muhammadiyah ini menambahkan, ada empat komponen yang masuk dalam garapan wisata syariah, yakni kuliner (restoran), perhotelan, kosmeti-spa, muslim fashion dan biro perjalanan. Kesemua komponen itu tentu bersertifikasi halal dari MUI. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya