Berita

Bradley Smith

Olahraga

Berlebihan, Kritik Yamaha Soal Ban

SENIN, 24 MARET 2014 | 08:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rider satelit Yamaha Tech 3, Bradley Smith melontarkan komentar yang berpotensi membuat panas telinga tim pabrikan. Dia mengatakan bahwa kritikan Yamaha terhadap kinerja ban selama sesi pramusim terlalu berlebihan.

Komentar ini diungkapkan Smith usai dirinya tampil ciamik dan menjadi pembalap tercepat kedua pada sesi kualifikasi jelang MotoGP Qatar. Balapan sendiri masih berlangsung sejak tadi malam WIB.

Pebalap asal Inggris ini menilai, suksesnya mengamankan start kedua saat balapan nanti, merupakan bukti bahwa performa ban Bridgestone tidak terlalu mengecewakan.


Kubu Yamaha -terutama tim pabrikan- diketahui sebelumnya sempat mengecam performa ban baru buatan Bridgestone yang diperuntukan untuk balapan musim ini. Lewat dua pebalapnya, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi, Yamaha mengkritisi performa ban Bridgestone yang menurut mereka telah membuat Yamaha kalah saing dari rivalnya Honda.

“Saya tidak benar-benar tahu apa yang dikeluhkan pembalap Yamaha yang lain. Kami sudah tahu situasinya, dan Bridgestone sudah memberikan keterangan secara jelas soal bannya sejak tes pertama,” ujar Smith sebagaimana dikutip Eurosport.

Lebih jauh, Smith menilai, suksesnya tampil cepat pada sesi kualifikasi, tidak lepas dari keikutsertaan mereka pada sesi tes pramusim terakhir di Qatar. Sementara itu, pada saat bersamaan, tim pabrikan Yamaha memilih absen.

“Saya menerima bahwa itu (ban) tidak bekerja dengan baik di hari pertama (tes). Tapi, antara saya dan tim, kami terus bekerja keras untuk mencari solusinya,” imbuhnya.

“Tentu, kami juga diuntungkan dengan tiga hari tes pramusim di sini (Sirkuit Losail). Saya punya tiga hari lebih lama daripada mereka (pembalap pabrikan) untuk menggali informasi soal ban,” tandasnya. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya