Berita

Penerawangan KH Asnuddin, Malaysia Airlines Jatuh di Perairan Vietnam

JUMAT, 21 MARET 2014 | 00:16 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sampai saat ini dimana keberadaan pesawat Malaysia Airlines yang hilang dalam perjalanan menuju Beijing Sabtu dua pekan lalu masih menjadi tanda tanya. Tapi berbagai spekulasi sudah bermunculan, termasuk datang dari Tanah Air.

Seorang ulama dari Sulawesi Barat, KH Asnuddin, menilai, pesawat milik Malaysia itu jatuh di sekitar perairan Vietnam. KH Asnuddin sebelumnya juga dikenal penemu pesawat Adam Air yang hilang kontak pada 1 Januari 2007 dan serpihannya baru ditemukan 10 hari kemudian di  kawasan Majene.

"Perlu saya sampaikan keadaan kapal Malaysia Airlines, jatuhnya itu di perairan selatan Vietnam bagian selatan barat daya. Tapi kami tidak tahu seperti apa dia berputar," katanya saat dihubungi Kamis malam (Kamis, 20/3).


Menurut dia, pesawat itu jatuh bukan kesalahan pilot. "Karena ada 2-3 manusia nggak ada akal  sehat termasuk yang membawa pesawat. Tak ada kesalahan pada pilot. Jadi pesawat dari ketinggian 19.000 turun disengaja membuat sesuatu diluar jangkauan manusia sehingga jatuh di peraian ujung Malaysia masuk Vietnam selatan barat daya. Kalau dia bergeser, tapi belum jauh," katanya.

Menurut penerawangan dia, pesawat itu tidak meledak di udara. "Jadi sengaja turun ke permukaan laut. Begitulah keadaannya. Turun di kedalaman 3700 meter, tapi tidak sampai 4000 meter," jelasnya.

Menurut dia, pesawat itu sekarang berada di bawah laut yang menyerupai gunung. "Ini kalau jatuh ke tebing sudah sulit. Masih terapung diatas karang, belum jatuh dari tebing,"  imbuhnya.

Menurut dia, adapun yang membuat pesawat ini sulit ditemukan meskipun mengerahkan banyak armada, lantaran berseliweran praduga yang kerap diarahkan ke pilot dan co-pilotnya. "Jangan menuduh orang tanpa melihat," ujarnya.

Yang memperparah, lanjut dia, kondisi politik di Malaysia dengan negara luar makin membuat pesawat sulit ditemukan.

"Negara Malaysia tidak mau dikatakan negara teroris sehingga ditutup-tutupi masalah ini. Jadi atas nama pilot dan co-pilot tidak perlu disalahkan. Istilahnya kalau di daratan bom bunuh diri. Tapi ini keceburan," katanya.

Dia pun berharap pesawat itu segera ditemukan sebelum 7 hari ke depan. "Kalau lewat, sudah susah terpantau," ujarnya seraya bersedia menunjukkan titik jatuhnya pesawat itu. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya