Berita

Pemurnian Air Solusi Permasalahan Waduk di Jakarta

KAMIS, 20 MARET 2014 | 21:43 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Di Jakarta terdapat sekitar tujuh waduk, yang semuanya memiliki limbah yang cukup tinggi. Kondisi waduk di itu sangat tidak layak untuk warga Ibukota. Selain hitam pekat dan bau, juga eceng gondok yang tumbuh berkeliaran.

Karena itu, jika Pemprov DKI Jakarta mempunyai komitmen untuk membereskan waduk-waduk tersebut, pemerhati lingkungan yang juga Direktur Pitalla Arthamaya, Rafiq Radinal Mochtar, siap membantu dalam menata lingkungan bersih terutama di wilayah sekitar waduk. Salah satunya dengan pemurnian air waduk menjadi air yang bermanfaat termasuk layak minum.

"Dengan air waduk yang jernih dan bersih tentunya yang untung Pemprov DKI sendiri," tegas Rafiq di sela-sela acara pemurnian air di Jakarta, (Kamis, 20/3).


Salah satu yang sudah dicoba Rafiq adalah waduk Ria Rio di Pulogadung, Jakarta Timur, waduk Pluit di Jakarta Utara dan waduk-waduk lainnya yang terkontaminasi limbah.

Untuk memuluskan program tersebut, peneliti asal Korea Selatan (Korsel) memberikan solusi dengan temuannya Gen-CM yaitu produk yang dihasilkan dari ekstrak tumbuhan, yang mampu memurnikan kembali air yang telah terkontaminasi limbah pabrik, rumah tangga maupun zat-zat berbahaya bagi kesehatan tubuh.

Proses pemurniaan air ini tidak hanya untuk rumah tangga semata, tapi juga mampu menjernihkan air hitam pekat yang telah terkontaminasi limbah seperti waduk Ria Rio dan waduk Pluit. "Ekstrak ini merupakan fermentasi dari bahan limbah non chemical. Dari ekstak ini kemudian dicampurkan ke air yang keruh untuk menghasilkan air jernih," kata Vice President MT C&C Company, Byongkwan Kwon.

Dalam simulasi yang juga dihadiri oleh pemerhati dan pengambil keputusan tentang keberlangsungan air jernih itu, Byongkwan mendemonstrasikan hasil penelitiannya dan air waduk Ria Rio menjadi sampelnya. "Pada kesempatan ini kami lakukan percobaan untuk menjernihkan air. Di mana air dalam kondisi kritis dapat dijenihkan menggunakan ekstrak Gen-CM A," ujarnya.

Dia mengklaim produknya sangat ekonomis dibandingkan dengan industri water treatment yang memerlukan biaya perawatan. Untuk memurnikan air waduk menurutnya hanya memerlukan penyemprot dan proses fregmentasi Gen-CM akan menjernihkan air limbah.

“Teknologi ini tidak membunuh ikan-ikan yang ada di dalam. Bahkan, limbah hasil pemurnian bisa dikonsumsi oleh ikan sehingga menjadi tumbuh besar,” tandasnya. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya