Berita

ilustrasi/net

Bisa Saja MAS MH370 Bayangi Pesawat Lain untuk Hindari Radar Militer

KAMIS, 20 MARET 2014 | 10:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Ada kemungkinan bagi seorang pilot untuk mengarahkan pesawat agar membayangi pesawat lainnya demi menghindari deteksi radar militer.

Hal tersebut dikemukakan oleh seorang pakar penerbangan tanpa kepada media Malaysia, News Straits Times (Rabu, 19/3) tanpa menyebutkan namanya. Pernyataan tersebut merujuk pada teori baru yang muncul terkait hilangnya pesawat Malaysia Airlines (MAS) penerbangan MH370 sejak hampir dua pekan terakhir.

Akan tetapi pakar tersebut menjelaskan bahwa manuver semacam itu membutuhkan tingkat keakuratan yang hampir sempurna, sehingga hanya mampu dilakukan oleh pilot yang sangat terampil.


Selain itu ia juga menyebut bahwa untuk melakukan manuver tersebut membutuhkan banyak perecanaan dalam beberapa waktu sebelumnya, serta membutuhkan motivasi yang kuat.

"Ingat kembali juga bahwa pesawat juga melintasi sejumlah negara yang memiliki radar militeristik tinggi, ruang udara, serta pusat kontrol lalu lintas udara (air traffic controls atau ATC)," jelasnya.

Menanggapi teori baru yang menyebut bahwa MAS MH370 telah terbang membayangi pesawat milik maskapai Singapore Airlines penerbangan SQ68 yang berangkat dari Singapura menuju Barcelona Inggris pada hari dan waktu yang bersamaan, pakar tersebut menyebut bahwa hal tersebut dapat dilakukan bila informasi mengenai detil penerbangan pesawat yang akan dibayangi telah diketahui sebelumnya.

"Pertama, anda harus mengetahui rute pesawat, tipe pesawat, dan berapa kecepatan pesawat yang terbang pada hari tersebut, yang dapat dipengaruhi oleh cuaca, perubahan rencana penerbangan atau aspek yang bersifat teknis," jelasnya.

Lebih rinci ia menjelaskan bahwa sejak transponder MH370 dimatikan, maka bukan hanya pusat lalu-lintas udara yang tidak dapat mendeteksi, namun Traffic Collision Avoidance System (TCAS) yang berada pada pesawat SQ68 juga tidak akan bisa mendeteksi pesawat MH370 sekalipun berdekatan.

TCAS adalah sistem peringatan lalu-lintas yang berada di dalam pesawat untuk menghindari tabrakan dengan pesawat lain dan dapat mengidentifikasi pesawat lainnya yang dekat dengannya tanpa campur tangan lalu lintas udara.

"Bagi MH370 untuk menghindari (deteksi) radar militer, pesawat harus terbang langsung di bawah SQ68. Itu pun harus terbang dengan posisi yang akurat sehingga radar militer tidak bisa mendeteksinya," jelasnya.

Diketahui Singapore Airlines penerbangan SQ68 terbang dari Changi International Airport pada pukl 12.40 dini hari tanggal 8 Maret 2014, hari yang sama dengan penerbangan MAS MH370 yang mengangkut total 239 orang tersebut.

Sejumlah laporan baik dari blog, sosial media, serta portal online menyebut bahwa MH370 bisa saja menutupi dirinya dengan membayangi SQ68 untuk melintasi Laut Andaman dan melanjutkan ke Teluk Bengal serta melintasi wilayah udara India dan Afghanistan wilayah udara yang tidak dapat ditangkap oleh radar militer. Pasalnya MH370 tidak menghidupkan transponder dan membayangi SQ68, sehingga radar militer wilayah udara India hanya menangkap sinyal dari SQ38. [ysa]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya