Berita

Dunia

Korsel Desak Jepang Ambil Tindakan Konkret atas Kasus Perbudakan Seksual

SELASA, 18 MARET 2014 | 17:14 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Jepang didesak segera mengambil tindakan konkret menyelesaikan masalah kasus perbudakan seksual yang dilakukan tentaranya terhadap wanita Korea selama pendudukan pada Perang Dunia II.

"Apa yang kita sebut sebagai tindakan tulus adalah tindakan yang berusaha untuk mengatasi masalah tersebut. Itu berarti (Jepang) harus menyelesaikan masalah tentara Jepang (atas perbudakan) wanita penghibur (Korea)," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, Cho Tai-young, pada Selasa (18/3) seperti dilansir media Korea Selatan, Yonhap.

Cho menyebut bahwa pernyataan damai yang diserukan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe baru-baru ini tidak cukup untuk meredakan ketegangan bilateral kedua negara.


Pekan lalu, di hadapan komite anggaran majelis tinggi, Abe menyebut bahwa ia tak berpikir untuk merevisi permintaan maaf tahun 1993 terkait perbudakan sesksual di masa perang yang dikenal dengan 'pernyataan Kono'.

Isu terkait revisi yang akan dilakukan oleh pemerintahan Abe atas pernyataan Kono yang berkembang beberapa waktu belakangan sempat membawa ketegangan dalam hubungan bilateral Korea Selatan dan Jepang.

"Tidak merevisi pernyataan Kono itu sendiri tidak akan (cukup) untukmemecahkan masalah," kata Cho.

Sikap Kementerian Luar Negeri Korea Selatan itu muncul di tengah spekulasi mengenai akan dilakukannya pertemuan antara Presiden Korea Selatan Park Geun Hye dan Perdana Menteri Abe.

Namun Cho menyebut bahwa pihaknya belum mendengar adanya pembicaraan
bilateral tingkat tinggi tersebut. [zul]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya