Berita

ilustrasi

Bisnis

Industri Mebel & Furniture Kok Dibiarkan Gulung Tikar

Ada Yang Ngotot Buka Ekspor Kayu Log
SELASA, 18 MARET 2014 | 09:55 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah diminta konsisten melarang ekspor kayu log. Apalagi, industri mebel dan furniture dalam negeri sangat membutuhkan kepastian bahan baku.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi menganggap, jika ekspor kayu gelondongan dibuka, sama saja pemerintah tak konsisten dengan rencana peningkatan nilai tambah industri dalam negeri.

“Jika ekspor kayu gelondongan itu dibuka menunjukkan kita kurang konsisten untuk mendapatkan nilai tambah,” cetus Bayu, kemarin.


Ketua Umum Asosiasi Mebel dan Kerajinan Indonesia (AMKRI) Soetono mengatakan, saat ini banyak desakan yang kuat dan terus-menerus oleh sekelompok kecil kalangan dunia usaha sektor kehutanan agar ekspor kayu log dibuka.

Kondisi ini, kata dia, membuat Kementerian Kehutanan mengkaji lagi membuka ekspor kayu log. Dia mengatakan, Dirjen Bina Usaha Kehutanan Kementerian Kehutanan Bambang Hendrayono beralasan, ada beberapa jenis kayu tertentu yang lebih menguntungkan apabila diekspor.

Padahal, menurut Soetono, untuk menguatkan industri mebel dan furniture, maka diperlukan  jaminan pasokan bahan baku dalam jangka panjang dan lestari.

“Untuk industri berbasis kayu, komitmen adanya dukungan regulasi pemerintah untuk stop ekspor bahan baku sudah tepat karena bahan baku yang kita miliki komoditas yang sangat strategis,” ujarnya di Jakarta, kemarin.

Karena itu, AMKRI mengimbau semua pihak khususnya pemerintah sebagai regulator mendukung dan membuat pertumbuhan industri ini menjadi lebih baik dengan membuat kebijakan-kebijakan yang produktif, bukannya kebijakan yang kontra produktif.

Sekretaris Jenderal AMKRI Abdul Sobur mengatakan, alasan yang sering dilontarkan pihak-pihak pendukung ekspor kayu log bahwa pembukaan ekspor akan merangsang industri hutan tanaman industri, hutan tanaman rakyat dan hutan kemasyarakatan berinvestasi. Alasannya, harga kayu domestik akan berfluktuasi mengikuti harga internasional.

Abdul mengatakan, rencana membuka kembali kran ekspor log harus dicegah karena bahan baku tersebut pada akhirnya akan diekspor habis-habisan seperti yang pernah terjadi pada bahan baku rotan.

Untuk itu, pihaknya menentang keras kebijakan ekspor log. Kebijakan ekspor log sangat bertentangan dengan program hilirisasi yang telah dicanangkan pemerintah.

“Jika ekspor log dibuka, maka industri mebel dan kerajinan nasional gulung tikar seperti yang terjadi pada industri mebel dan kerajinan rotan beberapa tahun lalu yang saat ini masih dalam tahap recovery,” jelasnya.

Dia memberikan apresiasi kepada Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan yang tetap menolak pengkajian ekspor kayu log kembali karena industri dalam negeri sangat membutuhkan kayu log untuk mengembangkan industri pengolahan kayu di dalam negeri. Apalagi sektor ini menyerap banyak tenaga kerja.

“Saat ini fokus pemerintah adalah mendorong nilai tambah mulai dari hilir. Apabila ekspor log dibuka, pemerintah  khawatir industri pengolahan dalam negeri akan kembali tersendat,” katanya. ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya