Berita

harry potter/net

Penulis Harry Potter Publikasi Kisah Quidditch di Internet

SABTU, 15 MARET 2014 | 14:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Penggemar kisah imajinatif serial Harry Potter nampaknya kembali dimanjakan oleh sang penulis, J.K. Rowling. Pasalnya setelah kisah Harry Potter selesai dengan buku seri terakhir berjudul Harry Potter And The Deathly Hallows pada tahun 2007 yang juga diadaptasi dalam dua bagian film, J.K. Rowling kini menulis kisah berjudul 'History Of The Quidditch World Cup'.

Bagi penggemar kisah Harry Potter, Quidditch bukan merupakan istilah yang asing. Quidditch merujuk pada olahraga yang dilakukan oleh para penyihir baru dengan menggunakan sapu terbang untuk mengejar sebuah bola terbang. Quidditch menggunakan empat jenis bola yang disebut dengan Quaffle, dua Bludger, dan sebuah Golden Snitch. Harry Potter merupakan salah seorang yang mengikuti turnamen Quidditch.

Rowling mempublikasikan bagian pertama mengenai sejarah Quidditch tersebut melalui situs interaktifnya bagi para penggemar Harry Potter yakni Pottermore pada Jumat (14/3). Sejak pertama kali dibuat pada tahun 2011, lalu, situs tersebut telah digunakan Rowling sebagai tempat untuk mengembangkan lebih jauh dunia Harry Potter, seperti latar belakang karakter atau penjelasan mengenai hal-hal kecil dalam dunia sihir yang ditulisnya.


Seperti dilansir Huffington Post (Sabtu, 15/3), bagian pertama tulisan terbaru Rowling tersebut dapat dilihat oleh anggota Pottermore di "The Campfire" Moment of Harry Potter and The Goblet of Fire. Bagian tersebut menjelaskan mengenai latar belakang, struktur dasar, dan peraturan dari turnamen Quidditch.

Selain itu, dijelaskan juga mengenai sejumlah sejarah turnamen Quidditch yang bersejarah, seperti yang pernah digelar di Gurun Ryn Kazakhstan pada tahun 1877. Turnamen tersebut dikenal dengan istilah 'Tournament That Nobody Remembers'. Selain itu juga turnamen pada tahun 1974 yang sempat ada upaya melarang penggunaan tongkat sihir di stadium pertandingan, namun gagal. Turnemen tersebut akhirnya disebut dengan 'infamous tournament'.

Sementara itu bagian kedua dari 'History Of The Quidditch World Cup' akan dirilis Jumat pekan depan (21/3). Pada bagian tersebut, pembaca akan disajikan dengan sejumlah kisah fiktif mengenai pertandingan piala dunia Quidditch sejak tahun 1994 hingga saat ini. Rowling sebelumnya telah berjanji kepada para penggemar untuk menambahkan kisah mengenai Qudditch tersebut ke situs bila para penggemarnya mendukung tim rugby nasional Skotlandia.

J.K. Rowling merupakan seorang penulis berusia 48 tahun yang menjadi terkenal dalam dunia internasional setelah mempublikasikan buku Harry Potter seri pertamanya berjudul Harry Potter And The Philosopher's Stone, pada tahun 1997.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya