Berita

The Blackside Tunjukkan Manusia Punya Sisi Hitam Kehidupan

JUMAT, 14 MARET 2014 | 22:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Politik dipahami sebagai kegiatan yang dilakukan untuk mencapai kekuasaan (power). Seorang profesor ilmu politik, Miriam Budiarjo, bahkan mendefinisikan politik sebagai sebuah proses untuk menentukan tujuan dari sebuah sistim dan melaksanakan tujuan tersebut.

Politik yang memberikan porsi bagi seseorang untuk menjadi 'pengendali' sebuah sistim, bahkan dalam tataran negara, bukan tidak mungkin untuk disalahgunakan sejumlah pihak guna mendapatkan kepentingan pribadinya. Di sisi lain, pemberitaan media massa kerap mengungkapkan kabar-kabar tak sedap mengenai orang yang berkegiatan di ranah politik itu, mulai dari kasus penyelewengan dana, penyalahgunaan kekuasaan, hingga skandal hubungan pribadi.

Hal inilah nampaknya yang menginspirasi penulis muda Wenny Artha Lugina mengurai cerita mengenai skandal politik dan kisah cinta. Cerita fiksi tersebut ia kemas dalam sebuah novel berjudul The Blackside.


Novel yang akan diluncurkan besok (Sabtu, 15/3), di salah satu toko buku di bilangan Matraman tersebut mengangkat cerita mengenai seorang jurnalis yang memiliki hubungan terlarang dengan seorang menteri yang menjabat.

"Dalam hubungan terlarang tersebut diliputi oleh intrik-intrik politik," ungkap Wenny, begitu ia bisa disapa ketika berbincang dengan Rakyat Merdeka Online petang tadi.

Perempuan yang tengah menyelesaikan studi pasca sarjana di Peking University China itu mengungkapkan bahwa The Blackside lahir dari passion dirinya dalam dunia politik, serta ketertarikan terhadap dunia jurnalistik.

Ia membocorkan bahwa The Blackside mengangkat kisah mengenai seorang perempuan yang terlihat sempurna secara fisik serta memiliki karir yang cemerlang yang harus terjerat dengan kisah cinta yang rumit dengan seorang yang berkecimpung di dunia politik. Kisah cintanya tersebut kemudian dipenuhi oleh konspirasi serta skandal.

"Politik pasti diidentikan dengan konspirasi," tutur Wenny.

Melalui The Blackside, Wenny menyebut bahwa dirinya ingin menunjukkan bahwa fenomena skandal bisa saja terjadi pada setiap orang dari kalangan manapun. Selain itu, ia juga ingin menunjukkan bahwa setiap manusia, sesempurna apapun ia terlihat, pasti memiliki satu sisi kehidupan yang 'hitam' atau blackside.

"Sesempurna apapun pasti ada celah untuk sisi lain," lanjutnya.

Lebih lanjut Wenny mengutarakan rencananya ke depan untuk mengangkat novelnye tersebut ke layar lebar.

"Rencananya ingin dibuat film," ungkap Wenny sambil menambahkan bahwa saat ini ia tengah dalam proses merealisasikan rencana tersebut. [dem]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya