Berita

Dunia

Menteri Transportasi Malaysia Bantah Sudah Temukan MH370

JUMAT, 14 MARET 2014 | 21:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Transportasi Malaysia Datuk Seri Hishammuddin Tun Hussein menyebut saat ini ada tiga belas negara yang terlibat dalam upaya pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370, yang hilang Sabtu pekan lalu.

"Kita saat ini memasuki hari ketujuh pencarian MH370. Saat ini ada 57 kapal dan 48 pesawat yang terlibat dalam pencarian. Tiga belas negara saat ini terlibat," jelasnya dalam konferensi pers yang digelar di Sepang, Selangor seperti dilansir kantor berita nasional Bernama, Jumat (13/3) .

Ia menjelaskan pencarian fokus untuk menemukan pesawat dengan mengikuti seluruh arahan dan informasi yang ada.


Hishammudin juga menyebut bahwa saat ini banyak spekulasi media yang melansir pernyataan pejabat Amerika Serikat yang tak disebutkan namanya mengenai pesawat tersebut. Salah satu pernyataan anonim anonim menyebut bahwa pesawat diprediksi masih terbang di udara selama beberapa jam setelah kehilangan kontak.

"Sebagaimana prodesur standar, tim investigasi tidak akan merilis sebuah informasi kepada publik hingga informasi tersebut telah diverifikasi dengan tepat dan dengan otoritas yang berkaitan dan menguatkan. Kami juga tidak ingin menarik penyataan spesifik setelah media membuat laporan dari pejabat yang tak disebutkan namanya," jelasnya.

Ia menegaskan bahwa saat ini pihaknya tengah bekerjasama dengan rekan internasional termasuk tim dari Amerika Serikat yang telah datang ke Kuala Lumpur.

Hishammudin juga menyebut bahwa sejak hari Rabu tim investigasi Malaysia berbagi informasi yang telah ada dan telah diverifikasi. Akan tetapi hingga saat ini tim internasional belum juga menemukan tanda-tanda keberadaan pesawat jenis Boeing 777-200 yang mengangkut 239 orang tersebut.

"Pesawat masih hilang, dan area pencarian diperluas," kata Hishammudin sambil menambahkan bahwa wilayah pencarian telah diperluas hingga laut Andaman.

"Bersama dengan rekan internasional, kami saat ini menekankan lebih jauh ke Laut China selatan dan lebih jauh lagi ke Samudera Hindia," jelasnya.

Ia juga mengkonfirmasi bahwa pihaknya membantah laporan media yang menyebutkan bahwa pesawat masih terbang beberapa jam setelah kehilangan kontak.

"Kami melakukan pengecekkan dengan Boeing dan Rolls Royce (produsen pesawat), yang menyebut bahwa laporan tersebut tidak benar," tegasnya. [dem]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

UPDATE

Izin Dicabut, Toba Pulp Bongkar Dokumen Penghargaan dari Menteri Raja Juli

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:08

Prabowo Hadiri Forum Bisnis dan Investasi di Lancaster House

Rabu, 21 Januari 2026 | 18:04

Bonjowi Desak KIP Hadirkan Jokowi dan Pratikno

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:57

15 Anggota Fraksi PDIP DPR Dirotasi, Siapa Saja?

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:50

Pramugari Florencia 13 Tahun Jadi Bagian Wings Air

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:35

Inggris Setuju Kerja Sama Bangun 1.500 Kapal Ikan untuk Nelayan RI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:31

Bukan Presiden, Perry Warjiyo Akui yang Usul Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:30

Wakil Kepala Daerah Dipinggirkan Setelah Pilkada

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:22

Konflik Agraria di Kawasan Hutan Tak Bisa Diselesaikan Instan

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:20

Krisis Bukan pada Energi, tapi Tata Kelola yang Kreatif

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:54

Selengkapnya