Berita

boediono

Hakim Tipikor harus Lacak Siapa Orang Besar di Balik Boediono

JUMAT, 07 MARET 2014 | 16:57 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia Bidang Pengelolaan Moneter Budi Mulya telah menjalani persidangan perdana kasus pemberian Fasilitas Pendanaan Jangka Pendek (FPJP) dan penetapan Century sebagai bank gagal berdampak sistemik di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, kemarin.

Menurut anggota Timwas Century, Bambang Soesatyo, setelah sidang perdana kemarin itu, hal penting yang harus digali hakim Tipikor dari terdakwa maupun dari para saksi nanti adalah menemukan aktor utama yang berada dibalik kasus bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun.

"Karena bisa jadi Boediono hanyalah pemain figuran," jelas Bambang (Jumat, 7/3).


Hakim Tipikor juga perlu menelusuri kemana duit triliunan rupiah itu mengalir. Siapa pihak yang mengambil keuntungan. Seperti diketahui, mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum pernah mengungkapkan sejumlah nama. Dan Timwas sedang mendalami informasi tersebut.

Lebih dari itu juga, Hakim Tipikor harus dapat menemukan jawaban, apakah ada keterlibatan partai politik dalam skandal keuangan terbesar pasca reformasi dengan modus penyelamatan bank tersebut. Mengingat rangkaian transaksi dan peristiwanya, menurut analisis Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, terjadi menjelang pileg April 2009 dan Pilpres Juli 2009.

Dia menjelaskan, publik tentu masih ingat laporan PPATK di Pansus Century di DPR dulu. PPATK sempat menemukan puluhan miliar dana bailout mengalir ke sejumlah nama mirip-mirip tokoh seperti Megawati, dan lain-lain. Setelah dicek alamat tersebut tidak jelas. Banyak temuan di lapangan atas profil penerima aliran dana yang tidak jelas atau palsu.

"Kita juga pasti ingat, PPATK juga melaporkan PT Asuransi Jiwa Proteksi (AJP) sempat melakukan transaksi penarikan Rp.4,054 miliar pada Desember 2008. Belakangan AJP diketahui sebagai donatur pasangan calon presiden dan wapres SBY-Boed. AJP menyumbang kepada tim sukses capres (tertulis resminya di laporan KPU) sebesar Rp.1,4 miliar melalui dua kali transaksi pada 25 Juni 2009, masing-masing Rp 600juta dan Rp 850juta," tegas politikus Golkar ini.

Tak hanya itu, Hakim Tipikor juga harus menanyakan apa latar belakang dan fakta hukum kenapa mantan Boediono tiba-tiba menuding Lembaga Penjamin Simpanan sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas membengkaknya dana bailout dari Rp 632 miliar menjadi Rp 6,7 triliun.

Bambang menegaskan hal tersebut karena dalam dakwaan yang dibacakan jaksa penuntut KPK kemarin sama sekali tidak ada disebut keterlibatan LPS secara mendalam. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya