Berita

SBY

Demokrat Klaim SBY Berhasil Bangun Fondasi Ketahanan Pangan

JUMAT, 07 MARET 2014 | 15:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintahan SBY disebut berhasil melahirkan fondasi baru tentang pentingnya ketahanan pangan bagi rakyat Indonesia. Fondasi tersebut dibangun SBY sebelum genap setahun memimpin Republik Indonesia, tepatnya saat mencanangkan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan (RPPK) pada 11 Juni 2005, di Kawasan Perum Jasa Tirta II Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Wakil Ketua Komisi IV DPR-RI Herman Khaeron menjelaskan, ketahanan pangan yang dibangun terkait revitalisasi pertanian itu, antara lain, lahirnya UU 41/2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. UU itu menjaga agar lahan pangan tidak terkikis habis untuk pembangunan.

"Jadi memang ketahanan pangan yang dibangun Pak SBY bener-bener sudah dirasakan banyak rakyat, dan bermanfaat juga untuk rakyat," ujar Herman dalam rilis yang diterima sesaat lalu (Jumat, 7/3).


Herman mengatakan itu dalam dikuskusi "Membangun Ketahanan Pangan Melalui Penguatan Produk Pertanian Lokal di DPP Partai Demokrat, Jakarta. Juga hadir Guru Besar Universitas Hasanudin, Prof. Dr. Muslim Salam dan Ketua umum Kontak Tani Nelayan Andalan, Winarto Tohir.

Herman juga menegaskan kinerja Pemerintahan SBY dalam menjaga ketahanan pangan antara lain dengan berusaha  menumbuh kembangkan pangan lokal. Persoalan ini memang  hal besar karena merupakan dampak “nasi sebagai makanan pokok” di seluruh Indonesia yang dilakukan di masa orde baru.

Kebijakan orde baru itu membuat masyarakat Indonesia yang tadinya mengonsumsi pangan lokal seperti ubi, singkong, sagu, atau jagung beralih mengonsumsi beras. Bahkan muncul dampak  psikis ketika di masyarakat  muncul anggapan bahwa pemakan nasi menunjukkan strata sosial lebih tinggi dibandingkan konsumen non-nasi.

Akibatnya, pangan lokal  ditinggalkan  masyarakat yang akhirnya berdampak parah pada ketahanan pangan nasional. Indonesia menjadi negara pengimpor beras. Kini, Pemerintahan SBY berusaha keras menyadarkan agar masyarakat kembali mengonsumsi pangan lokal. Hal itu juga dilakukan dengan kembali membudidayakan pangan lokal di seluruh Nusantara.

Untuk itu Herman optimistis dengan keberhasilan pemerintahan SBY untuk rakyatnya menjadi nilai baik dari rakyatnya. Terlebih pada 2013 lahirlah UU Perlindungan dan Pemberdayaan Petani.  

Pemerintahan SBY dan Partai Demokrat berharap UU ini mampu membuat profesi petani sebagai profesi yang bermartabat bukan sekadar sejahtera. Jika petani menjadi profesi yang bermartabat maka para petani tidak akan tertarik beralih profesi hingga ketahanan pangan terjaga.

Karena, imbuh Ketua DPP Partai Demokrat Bidang Pertanian ini, UU tersebut mengatur kewajiban pemerintah pusat dan daerah untuk memfasilitasi dan mendorong petani menjadi peserta asuransi pertanian hingga dapat memberikan perlindungan bagi petani dari kerugian gagal panen akibat bencana alam, serangan organisme, dampak perubahan iklim dan jenis resiko lainnya. "Baru di masa SBY ada yang namanya asuransi pertanian," demikian Herman. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Deteksi Dini, Lapas Cianjur Periksa Kesehatan Warga Binaan dan Pegawai

Jumat, 25 September 2026 | 20:20

Tahu Manuver Pelindo, Kejagung Serahkan Eksekusi Silfester Matutina ke Kejari Jaksel

Jumat, 25 September 2026 | 20:16

Antam Serap 9 Ton Emas Freeport hingga Agustus 2026

Jumat, 25 September 2026 | 19:43

160 Ribu Orang Ikut Rekrutmen BI, Lulusan Teknologi Masih Minim

Jumat, 25 September 2026 | 19:36

Ratusan Hotel di Bandung Dijual, Pemerintah Jangan Tutup Mata!

Jumat, 25 September 2026 | 19:09

Kata IPW, Ombudsman Melampaui Kewenangan Saat Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 19:08

Xiaomi 18 Fold Smartphone Lipat Canggih Bertenaga Kamera Leica

Jumat, 25 September 2026 | 18:41

Bogasari Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

Jumat, 25 September 2026 | 18:37

KPU Harus Terang Benderang Jelaskan Verifikasi Syarat Pendidikan Gibran

Jumat, 25 September 2026 | 18:28

DPR Segera Panggil Ombudsman dan Ditjenpas soal Sidak Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 | 18:18

Selengkapnya