Berita

Klaim SBY Demokrat Berada di Posisi Tiga Diragukan

SENIN, 03 MARET 2014 | 16:11 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Barisan pendukung mantan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum tidak yakin dengan klaim SBY, bahwa elektabilitas partai tersebut sudah bagus dan berada di posisi ketiga, berdasarkan hasil survei dari sebuah lembaga.

"Saya tidak yakin dengan survei itu," jelas mantan politikus Partai Demokrat Ma'mun Murod Al Barbasy kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 3/3).

Karena, dia menyatakan, bocoran-bocoran survei internal yang ia terima berbeda dengan kliam SBY itu. Misalnya, perolehan suara Partai Demokrat di Jawa Barat kurang dari 6 persen.


Bahkan, di salah satu daerah pemilihan di Jabar, yang sebelumnya PD memperoleh tiga 3, menurut sebuah, pada Pemilu 2014 ini Demokrat hanya akan mendapat satu kursi. Justru PAN dan PKB yang potensial mendapat dua kursi.

"Di salah satu dapil di Jateng yang sebelumnya PD dapat 1 kursi, kemungkinan kursi hilang karena suara PD hanya di bawah 2 persen. Faktor pemecatan salah satu ketua DPC di dapil ini cukup mempengaruhi," jelas fungsionaris Perhimpunan Pergerakan Indonesia, besutan Anas Urbaningrum.

Dalam acara debat peserta Konvensi Capres Demokrat kemarin, SBY mengatakan, hasil survei yang dilakukan lembaga yang kredibel menunjukkn Demokrat menempati posisi ketiga dalam hal elektabilitas. Selain itu, selisih persentase elektabilitas Demokrat dengan partai yang menempati posisi pertama, tidak banyak.

Saat dikonfirmasi tadi malam, CEO Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Grace Natalie, mengakui bahwa yang dimaksud SBY itu adalah hasil survei dari lembaganya.

Meski begitu, Mamun Murod tidak heran dengan hasil survei yang dirilis SMRC tersebut. Karena lembaga itu memang sudah dikontrak. "Saya dengar SMRC memang dikontrak dengan biaya cukup fantastik oleh PD," jelas Ma'mun.

Menurutnya, kalau memang hasil survei itu benar, mestinya dirilis secara terbuka. "Mestinya SBY sebut sumbernya. Dan kalau benar, SMRC rilis juga dong kalau perlu konpres," demikian Ma'mun Murod Al Barbasy. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya