Berita

sby

Debat Capres Lintas Partai, Ajakan SBY Diragukan Mendapat Sambutan

SENIN, 03 MARET 2014 | 15:42 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Usulan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar digelar debat kandidat antara calon presiden peserta Konvensi Partai Demokrat dengan calon presiden partai lain disambut baik.

Karena debat kandidat capres merupakan sarana terbaik bagi setiap kontestan menyampaikan gagasannya kepada rakyat.

"Sementara itu rakyat juga mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan informasi mengenai gagasan calon-calon presiden, yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan rakyat untuk memilih presiden," ujar Ketua Umum Barisan Nusantara, Lukman Hakim Hassan dalam keterangan persnya (Senin, 3/3).


Apalagi, calon presiden yang didukung Barisan Nusantara, Anies Baswedan, selalu menunjukkan performa bagus dalam setiap debat kandidat calon presiden Konvensi Partai Demokrat. Banyak pihak menilai dalam setiap debat Anies selalu mendapatkan skor tertinggi, karena menawarkan gagasan-gagasan yang visioner, cerdas, logis, dan terukur.

Namun, Lukman ragu apakah calon presiden dari partai lain akan menyambut ajakan debat dari presiden SBY tersebut. Menurutnya, calon presiden partai lain akan lebih memilih beriklan di media daripada berdebat.

"Padahal iklan di media yang durasinya sangat singkat, sama sekali tidak menggambarkan kualitas calon presiden. Iklan di media adalah jebakan bagi rakyat agar rakyat memilih kucing dalam karung," ungkap Lukman.

Usai menyaksikan debat Konvensi Partai Demokrat kemarin, SBY menyampaikan, bahwa ia ingin agar sebelas peserta konvensi berdebat dengan capres dari partai.

"Setelah ini (debat konvensi) selesai, saya mau adakan pertemuan kecil dengan kesebelas peserta untuk membicarakan debat dengan capres dari partai lain," ujar SBY.

Meski, wacana debat capres lintas partai ini sudah pernah disampaikan oleh pengamat politik Ray Rangkuti sebelumnya. (Baca: Harus Ada Ruang Debat Antar Jagoan Partai Sebelum Capres Diputuskan)

"Meskipun kita tahu (untuk membuat forum) itu agak berat. Tapi saya sedang berpikir itu bagaimana caranya agar dibuat satu forum. Boleh jadi itu sebagai wadah interaksi mereka," ujar Ray. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya