Berita

Laporan Dana Kampanye Partai Dikebut dalam Sehari Semalam

SENIN, 03 MARET 2014 | 07:51 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Tidak jauh beda dengan Pusat, laporan dana kampanye partai politik daerah juga dilakukan pada masa injury time. Mayoritas partai politik di daerah melaporkan dana kampanye juga di menit-menit terakhir di hari terkahir jelang penutupan pukul 18.00 waktu setempat, kemarin, Minggu, (2/3).

Demikian disampaikan Deputi Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz pagi ini (Senin, 3/2).

D iantara hasil temuan JPPR tentang peristiwa pelaporan yang berada dimenit-menit terakhir misalnya, terjadi di KPU Kabupaten Blitar. Yaitu partai Gerindra baru laporan pukul 17.45. Di KPU Kota Cirebon, PKPI baru melaporkan pukul 17.30. Di KPU Kabupaten Sumenep, PKPI melaporkan pukul 17.00.


Sementara di KPU Purworejo pada pukul 17.00 baru 7 parpol yang laporan. Di KPU Kabupaten Bogor pukul 15.00 baru 7 parpol yang laporan. Di KPU Kabupaten Nganjuk pukul 16.00 terdapat 9 parpol yang laporan. Di KPU Kota Bandung pukul 16.30 terdapat 4 parpol yang belum laporan yaitu PDIP, Hanura, PKPI dan Demokrat.

Menurutnya, laporan partai politik yang dilakukan injury time ini menunjukkan manajemen administrasi keuangan partai politik masih jalan ditempat.

"Pengelolaan dana kampanye antara partai politik dan calon legislator belum terkonsolidasi dengan cepat sehingga partai politik membutuhkan waktu dan koordinasi yang panjang dan lama untuk mensistematisir laporan pendanaan kampanye dan melaporkannya ke KPUD," ungkapnya.

Oleh karena itu, sistem pengelolaan keuangan dan pendanaan kampanye partai politik, tercermin dari pelaporan hari ini yang last minutes, menunjukkan partai politik masih memakai sistem kebut sehari semalam, tidak dipersiapkan jauh-jauh hari.

"Apabila pemasukan ataupun pengeluaran dana kampanye partai politik dan caleg terekam secara administratif dengan baik sejak awal kampanye maka partai politik tidak serepot seperti saat ini," tandasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya