Berita

gita wirjawan (tengah)

GW: Semangat Nasionalisme Mustahil Melembaga tanpa Adanya Kesejahteraan

JUMAT, 28 FEBRUARI 2014 | 14:10 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Semangat nasionalisme mustahil melembaga tanpa ketahanan pangan dan kesejahteraan. Karena itu, jangan bicara nasionalisme jika rakyat tidak punya kebanggaan terhadap produksi yang dihasilkan bangsa sendiri. Ini juga harus selaras dengan kebanggaan rakyat karena pemimpinnya bisa memainkan relevansi geopolitik Indonesia secara tepat.

"Itu sebabnya saya konsisten menggulirkan wacana Undang-undang Reformasi Agraria, pengampunan pajak, tax holidays, dan penguatan KPK serta penegak hukum lainnya, agar postur APBN kita meningkat tajam dengan realokasi anggaran untuk akselerasi sumber daya manusia dan insfrastruktur," tegas calon presiden konvensi Partai Demokrat Gita Wirjawan.

Gita mengungkapkan itu dalam diskusi bersama puluhan akademisi dan aktivis LSM bersama di Hotel Quality, Yogyakarta, Jumat (28/2).


Tampak hadir beberapa akademisi senior dari Universitas Gadjah Mada seperti Prof Dr Lincolyn Arsyad, Prof Dr Vihana Kirana, Prof Dr Tonny Prasetyantono, Dr Suprawimbarti, Dr Ida Rohani, Daliso Rudianto, Dr Ir Adiarto, Robby Kusumaharta, dan Muslich Zainal Asikin.

Dalam kesempatan itu, para peserta berharap, gagasan-gagasan perbaikan bangsa dalam proses konvensi calon presiden Partai Demokrat mendapatkan ruang sosialisasi yang lebih luas dari media.

Alasannya, masyarakat memerlukan akses luas terhadap pelbagai gagasan yang konstruktif dan visioner, tidak semata populis agar tidak lagi memilih pemimpin dalam karung.

Ekonom Tony Prasetyantono mengapresiasi sosok Gita yang dinilainya mampu merelevansikan semangat nasionalisme dalam konteks persaingan global.

"Isu kemandirian ekonomi dan nasionalisme tepat dipilih namun semua kandidat presiden pasti akan menjualnya. Visi Pak Gita sudah cocok, persoalannya adalah bagaimana itu dijual ke masyarakat bawah dan mereka mau membelinya. Pemimpin kita besok juga wajib meningkatkan daya saing generasi muda di pentas global. Masak jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri disalip Vietnam? Saya prihatin dengan fenomena nasionalisme yang dipahami mencukupkan diri sekolah di dalam negeri. Ini terjadi di kampus UGM misalnya," ujar pengajar di Fakultas Ekonomi UGM ini.

Di akhir diskusi, Gita menggarisbawahi pentingnya pendekatan fiskal guna meningkatkan kapasitas dompet keuangan negara. "Kuncinya ada di kebijakan amnesti pajak, ini akan meningkatkan jumlah pembayar pajak dari 20 juta ke 40-50 juta, menurunkan besaran pajak dan berdampak pada berlipatnya penerimaan pajak kita," pungkasnya. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya