Berita

Golput Apatis Membahayakan Demokrasi

RABU, 26 FEBRUARI 2014 | 13:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Peserta Konvensi Partai Demokrat Hayono Isman menegaskan, konstitusi tidak melarang seseorang untuk tidak menggunakan hak pilihnya pada Pemilihan Umum 2014 ini.

"Saya hormat kepada warga yang golput karena tiada calon pemimpin yang sesuai aspirasinya atau kecewa dengan partainya," ujar Hayono (Rabu, 24/2).

Wacana golput ini menuai kontroversi terutama setelah KPU menegaskan, bahwa para pihak yang mengkampanyekan ajakan golput dapat dipidana.


Menurut anggota Komisi I DPR ini, ada dua kelompok yang golput. Yaitu golput progresif dan golput apatis. Golput progresif adalah mereka yang memilih karena merasa tidak ada pilihan. Sedangkan golput apatis adalah mereka yang cuek dan memang tidak mau berpartisipasi dalam pemilu.

Yang harus diantisipasi adalah golput apatis. Kelompok ini, kata Hayono, akan membahayakan demokrasi. "Apabila kelompok ini semakin besar maka demokrasi Indonesia terancam gagal, bahkan negara akan kolaps," tandas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya