Berita

Genjot Pengunjung, Perpustakaan harus Manfaatkan TI

SELASA, 25 FEBRUARI 2014 | 15:44 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Untuk meningkatkan ketertarikan masyarakat berkunjung dan membaca di perpustakaan, pengelola harus mampu memanfaatkan serbuan teknologi informasi (TI) yang kian gencar. Salah satu strateginya, menyiapkan fasilitas online bagi pengunjung. Fasilitas ini mengarah kepada tren digital library atau perpustakaan digital.

Kepala Humas Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Agus Sutoyo saat dihubungi (Selasa, 25/2), menjelaskan, cara ini akan memudahkan pengunjung mencari buku yang diinginkan.

"Apalagi saat ini ada kewajiban bahwa setiap perpustakaan baik di provinsi maupun kabupaten/kota harus menyediakan sarana online berupa internet selain fasilitas konvensional bagi pengunjung," sambungnya.


Hal ini juga dibenarkan Erlyn Sulistyaningsih,
Direktur Program PerpuSeru, yang sejauh ini telah memberdayakan 34 perpustakaan umum pemerintah di 16 provinsi di Indonesia melalui penyediaan akses Komputer dan Internet.

Menurut Erlyn, tak hanya mendorong minat masyarakat untuk datang lebih sering ke perpustakaan untuk belajar, teknologi juga memberikan masyarakat akses yang lebih luas terhadap informasi, serta mendorong iklim bisnis yang kompetitif.

Melalui program yang diinisiasikan oleh Coca-Cola Foundation Indonesia dan Bill & Melinda Gates Foundation ini, lebih dari 5,000 pengguna perpustakaan di seluruh Indonesia telah mendapat pelatihan komputer dan internet, dan lebih dari 3,5 juta orang telah mendapat kesempatan untuk mencari pekerjaan atau informasi untuk mengembangkan bisnisnya lewat internet.

"Lewat program Perpuseru ini, perpustakaan dapat memberi manfaat langsung kepada anggota masyarakat yang tidak memiliki perangkat komputer dan internet di rumah, sekaligus berperan sebagai rumah belajar (learning centre)," kata Erlyn.

Meski demikian, sambung Agus, hampir semua perpustakaan baik perpustakaan nasional, provinsi maupun kabupaten/kota telah menerapkan perpustakaan digital. Namun, jika ukurannya adalah e-book atau e-journal, tentu memang tidak semua perpustakaan mampu menyediakannya.

"Fasilitas ini hanya tersedia di perpustakaan nasional. Selain investasinya yang mahal, juga terbentur dengan masalah HKI karena tidak semua buku bisa dicopy dan dimasukkan ke e-book,” ujarnya sambil menambahkan bahwa koleksi buku perpustakaan nasional yang bisa dilihat secara e-book maupun e-journal sudah mencapai lebih dari 4.000 koleksi. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya