Berita

dahlan iskan cium tangan

Ketika 500 Jamaah Titikkan Air Mata Setelah Syech Maulana dari Lebanon Lepas Sorban untuk Dahlan Iskan

SENIN, 24 FEBRUARI 2014 | 10:48 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

TIDAK seperti biasanya. Kehadiran Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam pengajian pengamal tasyawuf di Tomang, Jakarta Barat, Minggu (23/2) justru membuat ratusan orang yang hadir menitikkan air mata.

Mereka tak kuasa menahan haru, ketika Syech Maulana Muhammad Hisyam Kabbani, melepas sorban yang dikenakan, lalu mengenakannya ke kepala Dahlan.

Rumah Sunarto di kawasan Jalan Mandala, Tomang, Jakarta Barat, Minggu (23/2) tampak ramai. Sebuah tenda putih terpasang di pintu gerbang rumah yang berukuran besar di lingkungan padat penduduk itu.


Ada tiga orang istimewa yang hadir di rumah Sunarto hari itu. Mereka adalah Dahlan Iskan, Habib Syech, dan Maulana Muhammad Hisyam Kabbani. Ketiganya adalah tokoh yang sudah tidak asing lagi di dunia tasawuf Indonesia.

Dahlan Iskan yang juga Menteri BUMN merupakan tasawuf Syatariyah. Sebuah aliran tasawuf yang pertama kali muncul di India pada abad ke-15, dikembangkan oleh Abdullah asy-Syattar. Dahlan saat ini dinobatkan sebagai inspirator dan ketua Syecher Mania Indonesia oleh jamaah berbagai aliran tasawuf modern.

Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf adalah salah satu putra Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf, imam Masjid Jami' Assegaf di Pasar Kliwon, Solo. Habib Syech melakukan syiar cinta rasul dari kota Solodengan ratusan ribuan jamaah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa.

Syekh Muhammad Hisham Kabbani q.s. adalah seorang ulama dan syekh sufi yang berasal dari Lebanon. Hisham lulus dari American University di Beirut dalam bidang kimia. Dari sana beliau melanjutkan studi kedokteran di University of Louvain, Belgia. Beliau juga meraih gelar di bidang Hukum Islam dari Universitas al-Azhar.

Pada tahun 1991 Hisham pindah ke Amerika Serikat dan mendirikan yayasan bagi Tarekat Naqsybandi di sana. Sejak saat itu, Hisham telah membuka 13 pusat sufi di Kanada dan Amerika Serikat.

Dalam acara pengajian di rumah Sunarto Minggu pagi itu, Habib Syech memberikan nasihat kepada jamaah agar tidak bingung menjadi warga negara Indonesia. "Warga negara, pemimpin dan negara itu ibarat penumpang, sopir bus dan busnya," kata Habib Syech, seperti dilansir JPNN.

"Bus ini sudah ada sopirnya. Penumpang harap duduk yang rapi. Jangan berisik. Apalagi mengganggu sopir bus. Duduklah yang manis, biarkan sopir bus mengemudikan bus sampai terminal tujuan, yakni terminal kesejahteran dan kebahagiaan," lanjut Habib.

Dahlan hanya manggut-manggut di tempat duduknya, persis di belakang Syech Maulana Hisham. Jamaah senyum-senyum mendengar nasihat Habib Syech.

Usai memberi nasihat, Syech Maulana memanggil Dahlan. Sambil berjongkok, Dahlan kemudian berdiskusi dengan Syech Maulana dalam bahasa Inggris. Habib Syech hanya menyaksikan tanpa berkomentar.

Sejurus kemudian, Syech Maulana Hisham meminta Dahlan lebih dekat lagi. Dahlan pun menyorongkan kepala di dekat lutut Syech Maulana Hisham.

Syech Maulana Hisyam kemudian melepas sorban warna ungu yang dikenakan Dahlan. Sedetik kemudian, Syech Maulana Hisyam melepas sorbannya sendiri, lalu memasangkan ke kepala Dahlan.  Setelah itu, diciumnya kepala Dahlan, seperti seorang ayah yang mencium kepala anak kesayangannya.

Cukup lama adegan ini berlangsung. Sekitar satu menit. Tapi tidak ada kata-kata yang terucap. Jamaah yang melihat situasi itu mulai tegang. Mereka tidak mengetahui komunikasi apa yang dilakukan oleh kedua orang tersebut.

Sejenak kemudian, Syech Maulana Hisyam meminta sekitar 500 jamaah membaca Al-Fatihah. Syach Maulana memimpin dengan suara yang bergetar dan parau. Saat itulah, jamaah tidak kuasa menahan rasa harunya. Air mata menetes dari pelupuk mata mereka.

Seperti jamaah lainnya, Dahlan juga tidak kuasa menahan tangisnya. Dia begitu terharu sehingga dia pun duduk tersungkur di pangkuan Syech Maulana Hisham. Entah apa yang membuat Dahlan begitu terharu. Hanya Dahlan dan Tuhan yang tahu. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya