Berita

ilustrasi usaha kecil

Suku Bunga yang Tinggi Mengerem Kemajuan Bangsa

SABTU, 22 FEBRUARI 2014 | 19:49 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sama saja mengerem laju kemajuan ekonomi bangsa. Karena dengan kenaikan suku bunga, masyarakat mengalami kesulitan ekonomi.

Demikian disampaikan Wakil Presiden (2004-2009) Jusuf Kalla dalam acara Seminar & Dialog Nasional "Ekonomi Kerakyatan dan Kebangsaan" di Planet Holiday Hotel, Batam, Sabtu (22/2).

"Tidak ada sejarahnya, mau menurunkan inflasi dengan meningkatkan suku bunga BI. Karena, suku bunga yang tinggi akan mematikan usaha-usaha yang berkembang dan usaha mikro," tegasnya.


Turut hadir hadir pula mantan Ketua MK Mahfud MD, pengamat politik Efendi Ghazali, Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soerya Respationo, Ketua Kadin Pusat Surya Budi Sulisto dan Ketua Kadin Batam Ahmad Ma'ruf.

Menyinggung masalah harga dollar yang masih berkisar diangka 11 ribu, JK mengatakan hal itu tergantung dari kacamata mana memandangnya. Menurutnya, industri yang menghasilkan barang untuk diekspor tentunya diuntungkan akibat perbedaan nilai tukar.

Tetapi industri yang bergantung pada impor tentu akan mengeluh dan dirugikan. Untuk itu, JK menegaskan bahwa ekonomi kita tidak bisa dipandang satu sisi saja.

"Ekonomi kita jangan dipandang satu sisi. Dollar naik memang membuat industri berbasis impor dirugikan. Tapi yang ekspor justru diuntungkan," tegas Ketua Umum Palang Merah Indonesia itu.

Sementara itu, Ketua Kadin Pusat, dalam pidatonya, memuji kepemimpinan JK dalam mengawal dan memajukan ekonomi rakyat. Karena saat menjabat sebagai Wapres, menurutnya, banyak gebrakan-gebrakan JK yang mendukung kemajuan dunia usaha di Indonesia dan pro kesejahteraan rakyat. "Sayangnya kurang lama bapak jadi Wapresnya," ujar Surya yang disambut tepuk tangan dan tawa peserta. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya