Berita

Elias Jaua Milano/net

Dunia

Venezuela: Tiga Diplomat AS Menggunakan Mahasiswa untuk Mendukung Kekerasan

RABU, 19 FEBRUARI 2014 | 11:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ketegangan politik dan suhu demonstrasi yang meningkat di Venezuela telah berujung pada pengusiran tiga diplomat Amerika Serikat (AS) di negara kaya minyak tersebut.

Pengusiran tersebut telah diumumkan oleh Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada Minggu (16/2). Ketiga diplomat AS yang diusir itu adalah Breeann Marie Mccusker, Elsen dan Clark Krisstofer Jeffrey Gordon Lee. Mereka diberikan waktu 48 jam untuk meninggalkan Venezuela.

Pengusiran tersebut, menurut keterangan Menteri Luar Negeri Venezuela, Elias Jaua Milano, seperti disampaikan oleh Kedutaan Besar Venezuela di Indonesia, dilakukan karena para diplomat AS telah melakukan intervensi demi memicu destabilisasi di negara tersebut.


Ketiganya, menurut pernyataan Elias Jaua, telah secara aktif terlibat dalam organisasi serta mendukung kelompok-kelompok yang berupaya menciptakan kekerasan di Venezuela.

Sejak bulan-bulan terakhir tahun 2013 dan awal tahun 2014, lanjutnya, para diplomat AS tersebut telah melakukan kunjungan  ke sejumlah universitas swasta di Venezuela.

Dengan dalih menawarkan program pengiriman visa, para diplomat tersebut justru menutupi kontak yang mereka lakukan dengan para pemimpin oposisi untuk menjaring anak-anak muda yang kemudian dilatih, didanai, dan dibantu membentuk organisasi anak muda yang mendukung kekerasan di Venezuela.

Dalam keterangan juga disebutkan bahwa Venezuela menghargai solidaritas dan ekspresi yang ditunjukan oleh berbagai negara di dunia. Selain itu, Venezuela juga menyampaikan seluruh mekanisme internasional atas ancaman, kendala, dan intervensi langsung dari Presiden Barack Obama dalam kekerasan dan destabilisasi yang bertujuan untuk menciptakan krisis politik di Venezuela.

AS dan Venezuela memiliki ketegangan hubungan yang menyebabkan keduanya tidak saling menempatkan duta besar di ibukota masing-masing negara sejak tahun 2010. [ald]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

KDM Didukung DPRD Hentikan Alih Fungsi Lahan di Gunung Ciremai

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:49

DPD Soroti Potensi Tumpang Tindih Regulasi Koperasi di Daerah

Kamis, 22 Januari 2026 | 03:25

Monumen Panser Saladin Simbol Nasionalisme Masyarakat Cijulang

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:59

DPRD Kota Bogor Dorong Kontribusi Optimal BUMD terhadap PAD

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:45

Alasan Noe Letto Jadi Tenaga Ahli Pertahanan Nasional

Kamis, 22 Januari 2026 | 02:22

Peran Pelindo terhadap Tekanan Dolar AS

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:59

Retribusi Sampah di Tagihan Air Berpotensi Bebani Masyarakat

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:47

DPRD Kota Bogor Evaluasi Anggaran Pendidikan dan Pelaksanaan SPMB

Kamis, 22 Januari 2026 | 01:20

Noe Letto Tegaskan Tidak di Bawah Bahlil dan Gibran: Nggak Urusan!

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Jabar di Bawah Gubernur Konten Juara PHK

Kamis, 22 Januari 2026 | 00:59

Selengkapnya