Berita

ilustrasi

Capres Demokrat Dukung Masyarakat Bali Tolak Reklamasi Teluk Benoa

RABU, 19 FEBRUARI 2014 | 07:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Peserta-peserta Konvensi Partai Demokrat terus menyoroti pro dan kontra pembangunan pelabuhan komersil dan reklamasi pulau di kawasan Teluk Benoa, Bali Selatan.  Hayono Isman misalnya, mendukung masyarakat Bali yang menolak rencana reklamasi Tanjung Benoa itu dengan alasan mempertahankan budaya lokal.

"Masyarakat setempat mempertimbangkan kelestarian adat budayanya sehingga pemerintah harus menghentikan reklamasi di Tanjung Benoa," ujar Hayono dalam keterangannya yang diterima pagi ini (Rabu, 19/2).

Rencana reklamasi di perairan Tanjung Benoa seluas 838 hektare, yang ditolak  masyarakat setempat dikabarkan telah mendapat lampu hijau dari Gubernur Bali melalui Surat Keputusan (SK) Nomor : 2138/02-C/HK/2012 tentang Pemberian Izin dan Hak Pemanfaatan Pengembangan dan Pengelolaan Wilayah Perairan Teluk Benoa Provinsi Bali tertanggal 26 Desember 2012.


Masyarakat menolak karena menilai reklamasi Tanjung Benoa akan menimbulkan bencana banjir (rob) bagi pemukiman warga, sarana wisata sekitar, bahkan Bandara Internasional Ngurah Rai karena Benoa merupakan tempat mengalir empat daerah aliran sungai yang kehilangan fungsi penampung air.

Namun, pihak Manajemen Artha Graha Network yang memiliki rencana reklamasi Tanjung Benoa memastikan proyek itu bertujuan membangun obyek wisata baru untuk membangkitkan pariwisata setempat dan menyerap tenaga kerja. Reklamasi berencana membuat beberapa pulau buatan di dalam teluk sekitar Pulau Pudut dengan investasi senilai tiga miliar Dolar AS. Karena itu, tidak akan mengganggu aktivitas nelayan dan memastikan 50 persen dari total area seluas 700 hektare sebagai kawasan pepohonan dan aliran air.

Hayono mengingatkan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Indonesia tidak akan terlepas dari penanaman budaya dan adat istiadat. Warga Bali, dia mencontohkan, memiliki karakter budaya yang kuat karena telah terbentuk sejak lama dari nilai dan norma masyarakat.

Anggota Komisi I Bidang Pertahanan DPR itu mengakui kualitas SDM di Indonesia tertinggal dari negara lain karena menjauhi adat istiadat Pancasila. Namun, Hayono optimis SDM di Indonesia memiliki potensi tinggi dan mengalami peningkatan secara kualitas jika dikelola dengan baik berdasarkan budaya berlandaskan Pancasila.

"Saya apresiasi masyarakat Bali yang tetap mempertahankan budaya lokal meskipun daerah tersebut didatangi wisata dalam negeri dan mancanegara," demikian Hayono yang kemarin di Bali mengikuti debat kandidat Capres Demokrat. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya