Berita

DPR Bintangi Anggaran TVRI, Rakyat Dirugikan

SELASA, 18 FEBRUARI 2014 | 16:50 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebagai lembaga penyiaran publik, masyarakat juga dirugikan akibat anggaran TVRI sebesar Rp 627 miliar masih dibintangi Komisi I DPR.

Demikian disampaikan anggota Komisi I DPR, Hayono Isman, dalam pesan singkat yang diterima redaksi, (Selasa, 18/2).

Tanda bintang adalah istilah di kalangan pemerintahan terhadap mata anggaran negara yang masih dipermasalahkan atau dianggap bermasalah, sehingga masih harus dibahas mendalam.


Hayono menjelaskan, permasalahan antara Dewan Pengawas TVRI dengan Komisi I DPR karena persoalan perbedaan pendapat, namun tidak boleh mengganggu kepentingan publik.

"Kita boleh berbeda pendapat. Tapi jangan mengorbankan kepentingan publik," ujar Hayono saat mengunjungi Stasiun TVRI Bali sebelum mengikuti debat Konvensi Capres Demokrat.

Karena itu, capres Konvensi Demokrat ini berharap koleganya di Komisi I DPR itu itu tidak menahan anggaran operasional Lembaga Penyiaran Publik tersebut. Mantan Menpora ini sendiri menyampaikan tekadnya memperkuat TVRI dan RRI.

"Komisi I DPR telah mengajukan RUU soal status TVRI dan RRI untuk memperkuat keberadaan mereka dalam sisi anggaran operasional, berujung pula pada peningkatan kualitas SDM dan penyiaran publik," tandas anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya