Berita

mufidah kalla-jusuf kalla

Gunung Kelud Meletus Membuat JK Tinggalkan Istri di Taipei

SABTU, 15 FEBRUARI 2014 | 20:09 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mempersingkat lawatannya di Taipei. Mestinya, dari negara tersebut, JK masih harus melanjutkan kunjungan ke Kuala Lumpur untuk mengikuti beberapa pertemuan.

Namun meletusnya Gunung Kelud membuat JK memangkas perjalanan. Ia juga harus meninggalkan istrinya, Mufidah Jusuf Kalla, di Taipei agar bisa segera memimpin rapat di markas PMI, Jakarta, hari ini, Sabtu (15/2).

Dalam rapat itu, JK menerima hasil laporan kinerja PMI baru-baru ini. Selama terjadi bencana Kelud, PMI Pusat telah membagikan 50 ribu masker dari 100 ribu masker yang dipersiapkan. PMI juga memobilisasi 2 unit mobil Hagglunds.


Sementara JK, dalam kesempatan itu, memerintahkan semua bantuan yang bisa dikerahkan agar tingkatkan. Beberapa bantuan yang perlu ditambah adalah penyediaan masker, dapur umum dan air bersih. "Orang disana itu pasti sumurnya hilang, airnya kotor. Tangki air harus ditambah!" tegas JK, seperti dikutip dari rilis yang diterima sesaat lalu.

Dalam laporan PMI, mereka kini telah mengerahkan sekitar 13 unit mobil tanki air dari gusang PMI di Gresik. Namun itu belum cukup. Sesuai arahan JK, mobil tanki akan ditambah hingga 20 mobil tanki air.

Sejauh ini, PMI Pusat terus berkoordinasi dengan PMI Prov Jatim dan juga PMI kabupaten dan kota di sekitar Gunung Kelud, yakni PMI Kota Kediri, Kab Kediri, Kota Blitar, Kab Blitar dan PMI Kab. Malang.

Bantuan yang didistribusikan oleh PMI cabang kabupaten/kota tersebut antara lain mobilisasi relawan, air minum, penyediaan masker, tikar, dan pendirian dapur umum untuk menjaga ketersediaan konsumsi bagi pengungsi.

PMI melaporkan bahwa hingga saat ini total pengungsi adalah 48.283. Mereka tersebar di 5 kabupaten kota, yakni 36 titik pengungsian di sekitar Kelud.

Bukan kali ini saja JK meninggalkan istrinya, Mufidah. Saat merayakan acara ulang tahun pada 12 Februari, Mufidah juga ditinggalkan JK karena harus ke Kediri memantau Kelud yang waktu itu belum meletus. Mufidah sangat mengerti dan memahami pentingnya tugas yang diemban JK. Ia tahu perannya sebagai istri pemimpin bangsa dan aktivis kemanusiaan. "Maka dari itu tidak apa kalau Bapak harus kesana-kemari, saya sudah harus maklum," kata Mufidah.[zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya