Berita

ilustrasi

Daripada Wajib Militer, Lebih Baik Indonesia Terapkan Bela Negara

JUMAT, 14 FEBRUARI 2014 | 15:24 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL.  Indonesia belum siap menjalankan program wajib militer karena belum tersedia anggaran yang besar. Selain itu, program wajib militer tidak cocok dengan nuansa budaya demokrasi Pancasila.

Demikian disampaikan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Hayono Isman dalam keterangannya yang diterima sesaat lalu (Jumat, 14/2).

Daripada wajib militer, menurutnya, lebih baik menerapkan bela negara untuk membangun rasa cinta tanah air di kalangan masyarakat sekaligus menumbuhkan kedisipilan.


Lebih jauh, dalam menjalankan program bela negara itu, peserta Konvensi Calon Presiden Partai Demokrat Hayono Isman  akan membuka markas komando distrik militer (Kodim) dan komando resor militer (Korem) bekerja sama dengan pihak sekolah.

Dengan itu, para siswa sekolah bisa mendapatkan akses sarana prasarana milik TNI untuk berlatih baris berbaris atau melatih kedisiplinan. "Suatu waktu Indonesia bisa memiliki sumber daya manusia tidak kalah dengan Korea Selatan dan Singapura," demikian anggota Komisi I Bidang Pertahanan DPR RI itu. [zul]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya