Berita

Hukum

KPK Sita Mobil dari Anggota DPRD Banten dan Anak Buah Wawan

JUMAT, 14 FEBRUARI 2014 | 02:05 WIB | LAPORAN:

RMOL. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menyita sejumlah mobil yang diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Kamis (13/2).‎

"Kami memperoleh informasi, ada dua Toyota Vellfire, satu sedan BMW dan satu Mitsubishi Pajero Sport," kata Jurubicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo di Gedung KPK, Jakarta tengah malam tadi.

Mobil, masih kata Johan Budi, disita dari para anggota DPRD‎ Banten. Salah satunya, dari Aeng Khaerudin. Aeng diketahui merupakan anggota DPRD Banten asal Partai Demokrat.


"KPK juga menyita dua mobil lain. Mobil itu, Mitsubishi Pajero Sport dari Anton, karyawan PT BPP, dan mobil Suzuki AVP dari PT BPP," tegasnya.‎

Adapun BPP adalah PT Bali Pasific Pragama. Perusahaan itu merupakan milik Wawan. PT BPP sendiri memiliki dua kantor. Kantor pusatnya di Kuningan, Jakarta Selatan dan kantor cabangnya di Serang Banten.

Pantauan Rakyat Merdeka Online, keenam mobil itu telah tiba di kantor KPK, Jakarta sekitar pukul 23.50 WIB. Kini, mobil-mobil itu masuk berjejeran rapi di parkiran samping markas Abraham Samad Cs. Empat mobil yang disita dari Aeng Cs masing-masing bernomor polisi, yakni BMW X1 hitam B 412 ANA; Pajero hitam B 2704 MT; Toyota Vellfire putih B 1490 SRS, dan Mitsubishi Pajero Putih B 153 LEE. Sementara yang disita dari pegawai PT BPP dalah Toyota Vellfire hitam B 1476 SRS, dan Suzuki APV B 1528 SFX.

Setidaknya, jika diakumulasi dengan enam mobil diatas, maka saat ini sudah ada sekitar 33 mobil yang disita KPK karena diduga berkaitan dengan TPPU Wawan. Beberapa mobil yang disita juga masuk dalam kategori mewah dengan harga miliaran rupiah. [sam]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya