Berita

hamdi muluk

RR STRATEGIC CENTRE

Jangan Sampai Orang yang Serakah dan Curang Nyapres

KAMIS, 13 FEBRUARI 2014 | 16:52 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Indonesia saat ini terpuruk dan masyarakatnya hidup dalam kemiskinan. Kondisi tersebut karena perilaku para elitnya. Hal itu semakin diperparah karena rakyat cuma diam dan menyerahkan pengurusan bangsa ini kepada orang-orang yang perilakunya tidak benar.

Karena itu, saat ini waktunya rakyat ‘menguliti’ karakteristik, kapasitas, dan integritas setiap calon presiden yang akan memimpin Indonesia ke depan.

"Seharusnya kita sepakat, bahwa tidak ada alasan bagi Indonesia untuk tidak maju, kuat, berdaulat, dan sejahtera. Kita harus cegah lahirnya kebijakan yang bias kepada kepentingan. Rakyat harus tolak kebijakan yang sifatnya memburu rente. Selama ini sudah terlalu banyak para pemburu rente di negeri ini,” ujar guru besar psikologi UI, Hamdi Muluk, saat berbicara pada peresmian Rizal Ramli Strategic Centre (RRSC), di Jakarta, Kamis (13/2).


Sehubungan dengan itu, dia berpendapat rakyat harus ‘menguliti’ tiap capres sampai ke personality-nya. Harus dilihat adakah kemungkinan menjadi orang serakah, curang, culas, dan rent seeking. Tidak mungkin memberi amanah kepada orang yang diragukan karakternya. Indonesia hanya membutuhkan sekitar 1.500 orang baik dari 250 juta penduduknya untuk mengurus negara ini menjadi lebih baik.

Menurut Hamdi, para pemburu rente itu adalah orang yang ongkang-ongkang kaki namun menikmat jauh banyak daripada orang-orang yang bekerja keras. Dalam bahasa agamanya ini adalah zalim. Kesalahan terbesar bangsa ini adalah karena rakyatnya hanya diam saja melihat kezaliman itu terus berlangsung.

"Kalau orang serakah bertemu dengan orang pintar akan sangat berbahaya. Mereka akan menyusun berbagai kebijakan yang seolah-olah membenarkan perampokan uang negara oleh para pejabat publik. Rakyat tidak boleh diam saja. Caranya ke depan kita hanya akan menyerahkan urusan bangsa ini kepada orang benar-benar berperilaku terpuji, berintegritas, punya kemampuan memecahkan masalah. Dengan begitu negara tidak lagi salah urus seperti selama ini terjadi," demikian Hamdi. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Kemendag: Wajib Halal Bukan Pelarangan Impor

Sabtu, 26 September 2026 | 06:30

Baznas dan Komite Bantuan Kepresidenan Palestina Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:12

Instruksi Prabowo soal Kuliah Gratis PTN Harus Diprioritaskan

Sabtu, 26 September 2026 | 06:00

Serba ‘Tidak’ di Sidang Gibran

Sabtu, 26 September 2026 | 05:41

Cuma Tambah Dua Perunggu, Peringkat Indonesia Merosot

Sabtu, 26 September 2026 | 05:17

Jalur Sepeda Jangan cuma Jadi Pajangan

Sabtu, 26 September 2026 | 05:00

Benarkah Pengganti Gibran Sudah Ada?

Sabtu, 26 September 2026 | 04:29

Korlantas Polri Luncurkan Empat Inovasi Digital

Sabtu, 26 September 2026 | 04:18

Jangan Istimewakan Oknum DPRD Diduga Bakar Lahan

Sabtu, 26 September 2026 | 04:00

Kepala BNPB Minta Maaf soal Karhutla: Klarifikasi Istilah 'Normal'

Sabtu, 26 September 2026 | 03:46

Selengkapnya