Berita

Mikhail Yurievich Gazulin/net

Global

Rusia Siap Bela Indonesia Bila Perang Terbuka dengan Singapura dan Sekutunya

KAMIS, 13 FEBRUARI 2014 | 15:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Indonesia memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Rusia. Keakraban hubungan kedua negara juga terlihat pada tahun 2013 lalu, ketika Indonesia membeli sejumlah peralatan, di antaranya adalah senjata, pesawat tempur, dan rudal dari Rusia.

Hal tersebut disampaikan oleh duta besar Rusia untuk Indonesia, Mikhail Yurievich Gazulin kepada TVRI di kantor kedutaannya di Jakarta seperti dilansir the Global Review pada Rabu (12/2).

Oleh karena itu, jelas Mikhail, ketika beberapa waktu lalu Indonesia mendapatkan kecaman dan protes dari negara tetangga Singapura terkait penamaan KRI Usman-Harun, Rusia terus memantau perkembangannya. Ia bahkan tidak khawatir bila ketegangan hubungan Indonesia-Singapura semakin memburuk dan menyebabkan perang terbuka.


"Hal terburuk jika akhirnya terjadi perang antara Singapura dan Indonesia, Rusia tidak akan khawatir sama sekali, sebab Singapura hanya melihat senjata milik TNI yang dipublikasikan sementara tidak mengetahui senjata TNI yang menjadi bagian rahasia operasi," kata Michael.

"Tapi Rusia tahu betul kekuatan Indonesia saat ini, Indonesia bukan tandingan Singapura," lanjutnya.

Michael menyebut bahwa tanpa diminta, Rusia tahu apa yang harus dilakukan untuk membantu Indonesia bila suatu ketika terjadi penyerangan bersama oleh negara-negara sekutu Singapura.

"Jika Indonesia menghadapi sebuah persekutuan maka Rusia adalah sahabat Indonesia yang akan melakukan tugas sebagai sahabat baik yang tidak akan membiarkan sahabatnya diserang dalam sebuah ketidakadilan. Indonesia adalah sahabat kami yang tempatnya lebih tinggi dari sebuah sekutu. Dan tentu kami akan melakukan hal yang lebih dari apa yang kami lakukan terhadap sekutu kami, melindungi dan membantu sahabat adalah ideologi kami," tegasnya. [ysa]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya