Berita

net

Hukum

Status Tersangka Bikin Kaget Ketua DPRD Banten

RABU, 12 FEBRUARI 2014 | 20:39 WIB | LAPORAN:

Ketua DPRD Provinsi Banten Aeng Haerudin terkejut ditanya kemungkinan dirinya menjadi tersangka penerima gratifikasi dari Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan.

"Oh ya," ucap Aeng usai diminta keterangan sebagai saksi tersangka pidana pencucian uang Wawan di kantor KPK Jakarta (Rabu, 12/2).

Aeng yang mengenakan batik gelap lengan pendek itu nampak pucat dan tergesa-gesa. Didampingi seorang ajudannya, dia terlihat buru-buru berjalan menuju samping gedung KPK.


Saking groginya, Aeng bahkan mengaku tak ditanyakan apa-apa oleh penyidik. Dia juga ngeles saat ditanya soal adanya pemberian mobil Mercy dan Alphard dari Wawan.

"Enggak ada. Enggak-enggak," elak dia.

Selebihnya dia menutup rapat materi pemeriksaan selama delapan jam berada di ruang interogasi. Dia meminta untuk menanyakan langsung hal itu ke penyidik KPK. Dia lalu berlalu meninggalkan kantor KPK dengan menumpang mobil Kijang Innova hitam B 1215 AN.

Jurubicara KPK Johan Budi dalam keterangannya menyatakan bahwa Aeng dan para anggota DPRD Banten lainnya yang diduga menerima mobil dari Wawan dapat dijerat dengan pasal gratifikasi.

"Pengembalian mobil itu tidak hilangkan sangkaan. Kita juga masih dalami anggota DPRD lain penerima mobil dari TCW. Kita akan lihat konteksnya apakah itu suap atau gratifikasi. Kalau ada dua alat bukti yang cukup, tentu bisa ditersangkakan," kata Johan Budi.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya