Berita

deviardi/net

Hukum

Deviardi Ngaku Kenal, Artha Meris Merasa Dizalimi

SELASA, 11 FEBRUARI 2014 | 19:12 WIB | LAPORAN:

Bos Parna Raya Group, Artha Meris Simbolon, bebohong. Deviardi, orang dekat mantan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, menyatakan kenal dan pernah berkomunikasi dengan Artha Meris.

Isi komunikasinya, mulai dari soal uang sampai permintaan kepada Rudi Rubiandini untuk menurunkan harga formula gas amoniak.

"Saya kenal, Yang Mulia. Semua (rekaman) itu suara saya dengan Ibu Meris, Yang Mulia," kata Deviardi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (11/2).


Artha Meris yang dicecar oleh Hakim Ketua, Amin Ismanto, tetap membantah pengakuan Deviardi itu. Dia malah menuduh pelatih golf tersebut menyebarkan fitnah.

"Saya bisa katakan bahwa Beliau itu fitnah. Karena saya tidak pernah kenal, bertemu dan tidak ada hubungan kerja dengan Beliau," jelas Artha Meris yang duduk di bangku saksi.

Hakim Amin kemudian menanyakan ke Artha Meris, apakah dirinya tetap pada kesaksiannya.

"Ya Pak, karena saya tidak kenal, dan (rekaman) itu bukan suara saya Pak. Saya juga tidak pernah memberikan gratifikasi, Pak Hakim. Saya justru pihak yang dizalimi," tandas Artha Meris.

Sidang atas Deviardi berlangsung cuma sekitar 10 menit. Dalam sidang ini, jaksa memohon kepada hakim ketua yang menyidangkan perkara untuk membuat kesaksian yang disampaikan Artha Meris dan Simon di sidang Rudi Rubiandini, menjadi fakta hukum di sidang Deviardi.

Hakim Amin Ismanto setuju. Begitu pula dengan kedua saksi dan kubu terdakwa Deviardi. Persidangan pun kembali dilanjutkan. [ald]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya