Berita

sengman tjahja/net

Hukum

Dipanggil Lagi, Batang Hidung Sengman Belum Kelihatan

SELASA, 11 FEBRUARI 2014 | 11:36 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil pengusaha Sengman Tjahja yang diketahui punya kedekatan khusus dengan Presiden SBY.

KPK akan meminta keterangan Sengman dalam penyidikan kasus dugaan suap kuota impor daging sapi di wilayah Kementerian Pertanian.

"Dimintai keterangan untuk MEL (Maria Elisabeth Liman)," ujar Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha, dalam pernyataan kepada wartawan, Selasa (11/2).


Panggilan kepada Sengman merupakan penjadwalan ulang setelah pengusaha Sumatera Selatan itu tidak memenuhi panggilan KPK pada 19 November 2013 silam.

Saat itu, Juru Bicara KPK, Johan Budi, mengatakan bahwa Sengman tidak memenuhi panggilan dengan alasan tengah menjalani operasi di Singapura. KPK pun mengaku menerima surat dari dokter yang menangani Sengman.

Sengman dianggap tahu perkara yang sudah menjerat mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Luthfi Hasan Ishaaq, itu. MEL selaku Direktur PT Indoguna, diduga menyuap Luthfi melalui Ahmad Fathanah untuk mendapatkan tambahan kuota impor.

Berdasar pantauan di KPK, hingga pukul 11.15 WIB tadi Sengman masih belum terlihat memenuhi panggilan.

Peran Sengman terungkap dalam persidangan Fathanah saat jaksa memutar rekaman pembicaraan telepon Ridwan Hakim (putra Ketua Majelis Syuro PKS) dengan Fathanah di Kuala Lumpur, Malaysia, Januari 2013.

Dalam rekaman itu, suara Fathanah yang menyampaikan kepada Ridwan bahwa uang Rp 40 miliar sudah dikirim melalui Sengman dan Hendra. Menurut Ridwan, saat itu Sengman adalah utusan Presiden Yudhoyono.

Saat bersaksi dalam persidangan perkara korupsi pengurusan kuota impor daging sapi ini, Menteri Pertanian Suswono mengaku pernah dihampiri Sengman di rumah dinasnya. Sengman datang memperkenalkan diri sebagai orang yang sangat dekat dengan Presiden. [ald]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya