Berita

Hukum

KPK Dalami Permainan Akil di Pilkada Bali

KAMIS, 06 FEBRUARI 2014 | 22:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami berbagai laporan adanya dugaan permainan Akil Mochtar dalam berbagai sengketa pilkada lain, salah satunya Pilkada Provinsi Bali yang dilaporkan Forum Masyarakat dan Cinta Bali.

Jurubicara KPK Johan Budi mengatakan sengketa Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Bali merupakan salah satu kasus yang tengah dikembangkan oleh komisi pihaknya, dari beberapa sengketa pilkada lain di luar Pulau Jawa yang ditangani Akil selaku hakim Mahkamah Konstitusi.

"Sedang ditelaah," kata Johan kepada wartawan (Kamis, 6/2).


Dia membenarkan berdasarkan informasi dari pihak Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK, ada informasi atau laporan yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Akil dalam pilkada daerah lain. Yang pasti, katanya, KPK perlu mendalami apakah valid atau tidak.

"Harus melalui proses telaah," katanya.

Nantinya, kata Johan, jika dari hasil penelaahan tim menemukan adanya bukti yang cocok perihal permainan Akil dalam pusaran kasus sengketa yang tengah ditanganinya, maka kasus tersebut bisa dinaikkan ke dalam tahap penyelidikan.

''Bisa (dinaikkan ke tahap penyelidikan), tetapi tergantung hasil telaah apakah valid atau enggak informasinya. Kalau ternyata bahan-bahan itu berkaitan dengan yang sedang disidik, bisa saja langsung dilakukan penyelidikan lebih lanjut,'' tandasnya.[dem]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

UPDATE

Analisis di Balik Penerimaan Eksepsi Dokter Tifa

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:52

Legislator PDIP Desak Pemerintah Benahi Infrastruktur Hulu Migas

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:34

Panglima TNI: Perang Narasi Salah Satu Ancaman Paling Berbahaya Saat Ini

Jumat, 24 Juli 2026 | 01:17

PABPDSI Kawal Program Nasional Hingga ke Desa Lewat 8 Satgas Asta Cita

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:55

MBG dan Peluang Besar Bangun Ekonomi Desa

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:30

Pemerintah Buka Opsi Biayai Utang Proyek Whoosh Pakai Panda Bond

Jumat, 24 Juli 2026 | 00:05

Korupsi Pakan Satwa Rp10,2 Miliar, DPR Minta Eks Dirut KBS Dihukum Berat

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:45

Lulus S2 Hukum, Mikael Saragih Ungkap PR Hukum Indonesia Tak Lagi soal Kekurangan UU

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:37

BEM Kristiani Se-Indonesia Desak Kejagung Segera Tangkap Febrie Adriansyah

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:16

Polri dan FBI Sepakat Perkuat Kerja Sama Penanganan Kejahatan Transnasional

Kamis, 23 Juli 2026 | 23:03

Selengkapnya